Beranda KESEHATAN Kasus Gigitan HPR di Sumbawa Masih Terjadi

Kasus Gigitan HPR di Sumbawa Masih Terjadi

BERBAGI
Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dikes Sumbawa, Agung Riyadi. (Foto : Roby)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa hingga saat ini masih terjadi. Bahkan berselang beberapa hari, Dinas Kesehatan (Dikes) kabupaten Sumbawa mencatat ada tujuh kasus tambahan. Sehingga totalnya mecapai 31 kasus dan tersebar di 11 Kecamatan yang ada.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dikes Sumbawa, Agung Riyadi mengatakan, data terakhir yang dimiliki Dikes yakni, penambahan 7 kasus gigitan HPR di 11 Kecamatan, seperti Kecamatan Tarano, Empang, Lunyuk, Sumbawa, Utan, Plampang dan lainnya. Seluruh data tersebut telah dilaporkan ke Pusat.

Berita Terkait:  Menkes Puji Inovasi Pelayanan Kesehatan di NTB

“Waktu update tarakhir kami laporkan sebanyak 24 kasus. Kemudian kejadian dalam beberapa hari ini sudah meningkat dari 24 ke 31 kasus. Berarti ada sekitar 7 kasus tambahannya. Untuk semua kasus-kasus itu sudah kita berikan penanganan sebagaimana harusnya, kita sudah berikan VAR,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/2).

Meskipun jumlah gigitan HPR bertambah, namun jumlah penderita yang dinyatakan positif rabies masih 4 orang. Diharapkan tidak ada penambahan untuk penderita rabies di Sumbawa.

“Mudahan tidak beranjak (Jumlah penderita). Penanganan bagi yang sudah positif ini masih dalam pengawasan kita. Mereka sudah mendapatkan vaksin di fase kedua, sekarang tinggal kita pemberian vaksin yang hari ke 21. Kasus yang pertama kali itu nanti kita berikan akhir bulan ini,” tandasnya.

Berita Terkait:  RSUD Baru Bakal Jadi Pusat Operasi Kesehatan

Dijelaskannya, terhadap keempat korban yang dinyatakan positif rabies tersebut, Pemda tidak menerapkan mekanisme karantina. Namun hanya pengawasan di rumah.

“Keluarga korban sudah kita edukasi, agar segera memberikan informasi terkait hal-hal yang diluar harapan kita, termasuk juga yang bersangkutan kalau terjadi hal-hal yang tidak biasa, segera menghubungi petugas kami di puskesmas,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah vaksin yang ada dinilai masih cukup. Bahkan pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Pusat untuk penambahan jumlah vaksin.

Berita Terkait:  Pemprov NTB Terus Benahi Data

“Kami beberapa waktu lalu sudah kirimkan surat. Kalau vaksin kami sudah mendekati 50, jumlah segitu kita istilahkan ada sekitar 20 kasus yang kita tangani. Itu sudah kami ancang-ancang untuk permohonan pengajuan vaksin kembali. Mudah-mudahan nanti malam vaksin itu sudah bisa kami terima,” pungkasnya. (NM3)