Beranda KESEHATAN Jangan Panik, Ternyata Tingkat Kesembuhan COVID-19 Jauh Lebih Besar!

Jangan Panik, Ternyata Tingkat Kesembuhan COVID-19 Jauh Lebih Besar!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Tak perlu takut dan panik yang berlebihan. Kabar baiknya, tingkat kesembuhan bagi yang terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) nampaknya jauh lebih besar, yaitu 97 persen.

Demikian hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi. Secara jurnal ilmu kesehatan, menurut dia peluang untuk sembuh sangatlah besar. Hanya saja, harus cepat ditangani.

“Jika lebih awal ditemukan dan di obati, lebih besar kemungkinan sembuh,” ujarnya sembari mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Dicontohkannya, terhadap dua orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona berdasarkan hasil laboratorium Litbangkes Jakarta. Saat ini, kondisi kedua pasien berangsur membaik.

Artinya, virus itu bisa di obati dan tingkat kesembuhan lebih besar ketika merasa sakit, lebih cepat di obati. “Insya Allah, bisa membaik dan sembuh jika segera ditangani,” kata perempuan yang kerap disapa Dokter Eka itu.

Kendati demikian, ia menegaskan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Untuk itu, pola hidup bersih dan sehat menjadi keutamaan yang harus diperhatikan masyarakat.

Selain itu, apa yang menjadi anjuran pemerintah dapat diikuti dengan baik. Yaitu tetap menjaga jarak, mengkonsumsi makan bergizi serta menyempatkan diri untuk berolahraga. “Lebih bagus cara menghindari virus itu, yakni tinggal di rumah saja,” ucap Dokter Eka.

Diungkapkannya, bahwa angka kematian akibat virus corona itu rata-rata dunia sekitar 3,4 persen, sedangkan Indonesia sekarang di angka 8 persen, sisanya sehat.

Yang jelas, kalaupun sudah positif virus corona, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Artinya bukan akhir dari segalanya.

Penanganan terhadap kedua pasien positif virus tersebut lanjutnya, petugas kesehatan sedang melakukan tracking kontak.

Itu dilakukan untuk mengetahui orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien dan selanjutnya dilakukan penanganan dan pemeriksaan.

“Sekali lagi, kami minta masyarakat tetap tenang. Jauhi keramaian, jangan kontak (tubuh) langsung, jaga jarak, diam saja dirumah dan terus saling mengingatkan,” demikian imbau Nurhandini Eka Dewi. (red)