Beranda KESEHATAN Inilah Etika Batuk yang Baik dan Benar 

Inilah Etika Batuk yang Baik dan Benar 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Semua orang pasti pernah mengalami batuk atau bersin. Batuk bukan merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan manifestasi dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan.

Penyakit yang bisa menyebabkan batuk sangat banyak sekali mulai dari infeksi, alergi, inflamasi bahkan keganasan.

Batuk dapat disebabkan oleh alergi seperti debu atau asap. Bahkan beberapa orang batuk dikarenakan penyakit infeksi seperti TBC, Flu, Bronkitis atau penyakit radang paru lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi memberikan beberapa tips dan memperaktekkan langkah-langkah etika batuk yang benar. Hal ini dirasakannya perlu untuk disampaikan kepada publik.

Berita Terkait:  Puskesmas Cakranegara dapat Bantuan Masker Khusus Anak

Itu kata dia, untuk kebaikan dan belajar hidup sehat bersama. Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Batuk juga memiliki etika, apalagi ditempat umum. Karena sehat itu penting,” ujar perempuan yang kerap disapa Eka itu pada acara konferensi pers, Selasa (28/1) di Mataram.

Pertama lanjutnya, yaitu menutup hidung dan mulut dengan menggunakan tisu atau sapu tangan saat bersin atau batuk.

Kemudian adapun langkah lainnya, dengan cara menutup hidung dan mulut anda dengan menggunakan lengan dalam baju.

“Jangan dengan telapak tangan saat batuk atau bersin. Nah, tisu yang digunakan tadi dilipat dan ditutup kembali dan dibuang kedalam tong sampah,” sarannya.

Berita Terkait:  Cara Polda NTB Semangati Tenaga Medis

Tak kalah pentingnya, ia juga mengingatkan agar mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat. Kemudian, membiasakan diri untuk hidup bersih, mulai dari cara mencuci tangan.

“Cuci tangan kita menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alcohol. Jika keluar dan sedang batuk atau flu (sakit) jangan lupa menggunakan masker,” demikian Nurhandini Eka Dewi.

Untuk diketahui, dalam konferensi pers pagi tadi juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Aryadi, Direktur RSUD NTB, HL Hamzi Fikri, Kadis Kominfotik NTB, I Gde Putu Aryadi.

Berita Terkait:  RSUD Kota Mataram Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

Fokus dalam konferensi pers itu, yakni menepis adanya informasi terkait seorang balita berinisial WX (1,5) asal China diduga terinfeksi virus corona. Dimana saat ini pasien tersebut kini sedang dirawat di ruang isolasi RSUD NTB.

Setelah melalukan berbagai upaya oleh pihak Pemprov khusus RSUD setempat, dinyatakan balita tersebut negatif akan virus corona. Berdasarkan hasil pemeriksaan rongsen maupun cek darah, bahwa balita tersebut mengalami radang paru yang disebabkan oleh bakteri. Bukan virus corona. (red)