Beranda KESEHATAN Duh, Bertambah Lagi! 120 Orang di Sumbawa Tergigit HPR, 8 Terindikasi Positif...

Duh, Bertambah Lagi! 120 Orang di Sumbawa Tergigit HPR, 8 Terindikasi Positif Terluar Rabies

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Jumlah warga yang tergigit hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa terus bertambah.

Data terakhir yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mencapai 120 orang dan 8 diantaranya terindikasi tertular rabies.

Demikian diungkapkan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Ir. Surya Darmasyah, diruang kerjanya, Kamis (4/4).

“Jumlah kasus positif 8, di Empang 1 di Tarano 7. Jumlah yang tergigit sampai hari ini 120, semuanya sudah divaksin. Positif dari sampel otak HPR. Ini yang positifnya bukan dimanusianya, tapi di hewannya, artinya kita hanya waspadai saja,” ujarnya yang didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Suhardi kepada wartawan.

Berita Terkait:  44 Orang Sembuh, Tersisa 1 Pasien Positif Corona di KLU

Positif rabies ini, jelasnya, diketahui ketika anjing yang dimusnahkan lalu diambil otaknya dan diperiksa di Denpasar, Bali.

Terhadap warga yang sudah tergigit HPR, seluruhnya sudah diberikan penanganan cepat yakni dengan pemberian vaksin

“Penangannnya sudah dilakukan vaksin dari mulai 0, 7 sampai hari ke 21. Kemudian kita juga minta kepada Kepala Puskesmas untuk intens mengunjungi, lihat keadaannya,” terangnya.

“Belum ada alat untuk memastikan manusianya, cuman kita hanya bisa mendeteksi dari hewannya saja,” tambahnya.

Berita Terkait:  Satu Positif dan Satu Negatif, Tersisa 10 Sampel Klaster Gowa di Sumbawa Masih Menunggu Hasil

Diungkapkannya, warga yang tergigit HPR tersebar di 20 Kecamatan. Diantaranya yaitu Tarano, Empang, Plampang, Labangka, Lape, Lopok, Moyo Hulu, Lenangguar, Lunyuk, Unter Iwes, Labuhan Sumbawa, Rhee, Utan, Alas, Alas Barat, Buer, Moyo Hilir, Batu Lanteh, dan Ropang.

“Untuk ketersediaan vaksin, Alhamdulillah stok masih ada, di puskesmas masih ready, semua pasien sudah aktivitas seperti biasa, tapi tetap dipantau, karena masa inkubasinya sampai 2 tahun,” pungkasnya. (NM3)