Beranda KESEHATAN Bang Zul : Positif COVID-19 Bukan Berarti Pesakitan

Bang Zul : Positif COVID-19 Bukan Berarti Pesakitan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Diketahui bersama, bahwa hingga hari ini tercatat sudah dua orang warga di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat dinyatakan positif terjangkit corona virus disease 2019 (COVID-19).

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menegaskan bahwa hal ini dapat dijadikan pembelajaran bersama agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Terutama dalam penyebaran atau penularan COVID-19.

“Jadi ini semakin memberikan gambaran bahwa memang kita harus waspada. Harus hati-hati pada virus corona. Karena betul-betul penyebarannya sangat cepat,” ujarnya Rabu (25/3) kepada media ini.

“Tapi pada saat yang sama, kita tidak perlu takut berlebihan. Kalau penanganannya baik, seperti pasien ini, ternyata secara klinis beliau-beliau (kondisinya) sudah semakin membaik,” tambahnya.

Dengan teridientifikasinya dua warga NTB menurutnya adalah hal yang baik. Sehingga dapat dilakukan upaya tindak lanjut penanganan. Sebaliknya kata dia, akan semakin sulit mendeteksi ketika tidak terindientifikasi.

“Yang paling bahaya kalau memang, ini tidak teridientifikasi. Kalau sudah terindetifikasi seperti ini, segera kita lebih mudah melakukan tracking (pelacakkan). Siapa saja yang berinteraksi, kemudian bisa diisolasi dan lain sebagainya,” kata Bang Zul.

“Jadi penting juga dipahami. Bukan berarti teridientifikasi positif ini kemudian yang bersangkutan jadi pesakitan. Kita harap juga informasi yang keliru dapat diluruskan. Jadi jangan seolah-olah dengan semua ini menjadi kacau atau selesai. Tidak seperti itu. Bahkan, ada suatu kejadian di desa-desa, ada orang yang kembali dari luar negeri tidak mau diterima. Nah ini kan bahaya, jadi kita harus tetap berfikir jernih,” pintanya lagi agar dalam menyikapi situasi dan kondisi secara bijak.

Kembali ditegaskannya, bahwa terjangkit virus corona positif bukan berarti akhir dari segalanya. Untuk menghindari penularan selanjutnya, petugas kesehatan kata Bang Zul sedang melakukan kontak tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersngkutan.

“Jadi karena kita sudah mampu mengidientifikasi, jadi kita mulai melacak yang bersngkutan sudah berinteraksi dengan siapa saja. Kemudian dengan teman berinteraksinya itu bisa dilakukan ODP/PDP,” tegas Bang Zul.

“Diharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Hindari keramaian, karena penyebaran virus ini sangat cepat. Untuk itu, jaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian, kurangi aktivitas diluar rumah. Saya kira ini sangat penting. Marilah kita berdoa dan kompak mampu menghadapi ini semua secara bersama-sama dengan baik,” demikian Gubernur NTB menambahkan.

Sekedar informasi, Pemerintah Provinsi NTB juga menyediakan laman resmi Satgas Penanganan COVID-19. Antara lain, dapat mengakses http://corona.ntnprov.go.id.

Tak hanya itu, adapun layanan hotcall penanganan penyebaran pandemik COVID-19 di NTB dengan menghubungi nomor sebagai berikut : 081805787239, 08124686317, 08123785657 dan 081236139917. (red)