Beranda KESEHATAN 137 Kasus DBD, Terbanyak di Kecamatan Empang

137 Kasus DBD, Terbanyak di Kecamatan Empang

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sebanyak 137 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Sumbawa selama Januari hingga Februari 2020. Dari Jumlah tersebut, 52 kasus diantaranya berada di Kecamatan Empang sekaligus menjadi lokasi kasus terbanyak.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Agung Riyadi mengatakan, ratusan kasus DBD tersebut tersebar di 14 Kecamatan.

Paling banyak terjadi di Kecamatan Empang dengan 52 kasus. Disusul Kecamatan Sumbawa 25 kasus dan Kecamatan Labuhan Badas 13 kasus.

Berita Terkait:  Sukseskan Revitalisasi Posyandu, 30 Ribu Kader Disertifikasi

Kecamatan Moyo Hilir 10 kasus, Lape 9 kasus, Tarano 8 kasus, Moyo Hulu 7 kasus, Unter Iwes 6 kasus, Moyo Utara 2 kasus, Plampang 1 kasus, Maronge 1 kasus, Ropang 1 kasus, Rhee 1 kasus, dan Lopok 1 kasus.

“Dari Januari sampai Februari sebanyak 137 kasus DBD. Sebarannya di 14 kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Empang 52 kasus, kemudian Sumbawa 25 kasus dan Labuhan Badas 12 kasus,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/2).

137 kasus DBD tersebut, 32 kasus terjadi di bulan Januari dan 105 kasus di bulan Februari.

Berita Terkait:  Sukseskan NTB Zero Waste, Pemprov Kunjungi TPST Bantargebang

Diungkapkannya, penderita DBD di Sumbawa lebih dominan diderita oleh kalangan anak-anak. Meskipun demikian, ada pula penderita dari usia dewasa.

Terhadap kasus ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya fogging (pengasapan) di beberapa tempat di Kecamatan Empang dan di Kecamatan Sumbawa.

Namun fogging ini jelasnya, untuk membunuh nyamuk dewasa. Sehingga diharapkan peran serta masyarakat untuk melakukan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

“Fogging itu menjadi bagian dari untuk membunuh nyamuk dewasa. Sesungguhnya porsi terbesar ada di PSN. Dengan peran masyarakat melakukan PSN, maka bisa menekan berkembangnya jentik,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  Diluar Dugaan, Hari Ini Jumlah Pasien Sembuh di NTB Melonjak Drastis