Beranda HUKRIM WNA asal Yaman Terancam Dipenjara

WNA asal Yaman Terancam Dipenjara

BERBAGI
Ilustrasi : Foto Istimewa

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Seorang warga negara asing (WNA) asal Yaman terancam dipenjara. Hal ini lantaran yang bersangkutan tidak dapat menunjukan dokumen resmi kepada Petugas Kantor imigrasi Kelas II TPI Sumbawa.

Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Inteldakim, Made Surya membenarkan adanya penanganan kasus tersebut. Dikatakan, saat ini yang bersangkutan sudah diamankan. Karena tidak bisa menunjukan dokumen, WNA dimaksud tidak langsung dideportasi melainkan harus disidangkan.

“Sudah kita amankan, karena dia tidak bisa menunjukan dokumen perjalanan. Dan pengakuannya dia juga sudah mati. Kita pro justisia kita ke pengadilan bukan dideportasi,” ujarnya kepada wartawan.

Berita Terkait:  Berkas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Dinyatakan “P21”

Persidangan direncanakan akan segera dilakukan, karena pihaknya masih melengkapi sejumlah unsur tuntutan.  Jika semua unsur telah dipenuhi maka akan dilimpahkan ke kejaksan. Kemudian jika sudah masuk tahapan penyidikan, maka yang bersangkutan akan langsung ditahan.

“Dia terancam 5 tahun penjara dan denda 500 juta. Kita sudah melakukan tahapan-tahapan awal sebelum membawa ke persidangan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ungkapnya, WNA tersebut sudah ada di Sumbawa sejak tahun 2012. Di Sumbawa dia sudah dua kali menikah dan juga sudah memiliki anak. Namun dalam kesehariannya, informasi yang diterima dari warga sekitar di kediamannya, kelakukan WNA tersebut kurang baik.

Berita Terkait:  Kuasa Hukum Kades Padesa Ajukan Penangguhan Penahanan

“Jadi pengakuannya dia kesini sendiri terus menikah tapi cerai dan menikah lagi. Dia juga sudah punya anak. Informasi sementara sudah kita tuangkan dalam pemeriksaan, kegiatannya dia banyak yang tidak baik, seperti mabuk-mabukan, tapi dia tidak ngaku,” tukasnya

“Karena dia tidak mempunyai dokumen, dia sampai Sumbawa masih belum terungkap, tapi yang jelas dia masuk ke sini resmi. Kita masih minta datanya ke pusat. Sehingga belum kita naikan kasusnya,” tambahnya. (NM2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here