Beranda HUKRIM Tambak Udang di Desa Penyaring Dikenakan Sanksi

Tambak Udang di Desa Penyaring Dikenakan Sanksi

BERBAGI
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris S.Sos.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sumbawa memberikan pemberhentian sementara terhadap aktifitas tambak udang CV. Anugerah Karya, Dusun Omo, Desa Penyaring.

Sanksi tegas ini harus diberikan lantaran yang bersangkutan diduga membuang air limbah ke laut tanpa melalui proses endapan.

Kepala Dinas LH Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris S.Sos yang dikonfirmasi wartawan Jum’at (10/5), membenarkan adanya pemberian sanksi tersebut.

Dikatakan, temuan ini bermula ketika pihaknya yang mengunjungi tambak udang bersangkutan beberapa waktu lalu.

Saat itu bertepatan dengan proses panen yang dilakukan dan limbah yang dihasilkan dilihat langsung dibuang ke laut.

Berita Terkait:  Kapolda NTB Silaturahmi ke Korem 162/WB

“Secara kebetulan saat itu terjadi proses panen dan dilihatlah perlakukan pembuangan limbah ke laut secara langsung tanpa melalui proses,” ujarnya yang didampingi Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa, A. Azis.

Dijelaskannya, mengacu pada dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), seharusnya perusahaan sebelum membuang limbah ke alam terbuka harus melalui proses terlebih dahulu.

Khususnya bagi tambak udang yakni melalui proses endapan di tandon pengendap. Atas temuan ini, Dinas LH langsung memberikan sanksi tegas.

Yakni berupa pemberhentian sementara terhadap aktifitas tambak. Karena hasil temuan tidak sekali saja dan teguran kepada yang besangkutan sering diberikan.

Berita Terkait:  Jelang Pergantian Tahun 2018, Polres Sumbawa Razia Narkoba dan Miras

“Yang satu ini (tambak udang penyaring, red) sudah berulang-ulang kali melakukan pelanggaran. Malahan dulu sempat ada hearing di DPR dan pengusaha yang bersangkutan ditegur untuk tidak lagi melakukan hal seperti itu. Nayatanya hasil pantauan dari bidang empat, masih ada hal seperti itu terjadi. Sehingga keluar surat untuk pemberhentian sementara,” jelasnya.

Diakuinya, memang sejauh ini belum ada dampak langsung maupun keluhan dari masyarakat sekitar. Begitu juga belum dilakukannya uji sampel air laut.

Namun karena pihak Dinas LH melihat secara langsung kejadian tersebut, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.

Berita Terkait:  Kasdim 1607/Sumbawa Kunjungi SP3T Utan

“Tetapi secara langsung dilihat, cuma dikhawatirkan. Sehingga untuk mengantisipasi hal buruk yang tidak diinginkan kita menyikapinya secara tegas,” terangnya.

Sanksi ini, ungkapnya, bisa saja dicabut jika yang bersangkutan segera menindaklanjuti hasil temuan. Namun bisa juga direkomendasikan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbawa untuk mencabut izin perusahaan jika masih saja membandel.

“Nanti kan kita lihat jedanya setelah surat ini kita keluarkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, beberapa waktu kedepan pihaknya akan kembali melakukan pemantauan dan pengawasan di berbagai perusahaan yang dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan. (NM3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here