Beranda HUKRIM Soal Tanah PLTU Sumbawa II, Kades Gapit Lapor Balik MC

Soal Tanah PLTU Sumbawa II, Kades Gapit Lapor Balik MC

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Beberapa waktu lalu, Kepala Desa Gapit Kecamatan Empang, Samsul Anwar dilaporkan oleh MC dkk karena mengeluarkan sporadik terhadap 38 masyarakat di lahan yang rencananya akan dibangun PLTU Sumbawa II. Namun Samsul Anwar melaporkan balik MC karena dokumen berupa sporadik dan keterangan yang diberikan ke Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa diduga palsu.

“Mereka (MC dkk) melakukan pelaporan dengan menggunakan bukti  dokumen yang dibatalkan, sehubungan dengan ada laporan unsur pidana dari mereka. Saya selaku kuasa hukum Kepala Desa gapit dan 38 warga masyarakat Desa Gapit melakukan laporan balik atas unsur tindak pidana. Adapun delik atau sangkaan yang kami adukan ke mereka adalah mereka diduga menggunakan dokumen palsu, kemudian mereka diduga berani memberikan keterangan palsu di depan penyidik,” ujar Kuasa Hukum Kepala Desa Gapit, Surahman MD., SH., MH, kepada wartawan, Senin (9/9) kemarin.

Berita Terkait:  Opgab Jelang Pemilu, Satpol PP Temukan Pengguna Narkoba

Diungkapkan Man-akrab Advokat muda ini disapa, sporadik yang diajukan ke Penyidik dalam bentuk ketikan komputer dengan luas lahan yang sangat jauh berbeda. Sehingga dalam hal ini, tanda tangan Kepala Desa Gapit dan stempel yang digunakan diduga dipalsukan. Termasuk juga dengan nomor surat diduga palsu karena tidak teregistrasi di Desa setempat.

Man menceritakan, lahan rencana pembangunan PLTU Sumbawa II merupakan lahan adat Desa Gapit yang sudah dibagikan kepada 38 masyarakat dimaksud tahun 2005 lalu. Pembagian ini dilakukan oleh Kades saat itu, H. Mujitaslim bersama panitia desa yang sudah dibentuk serta melibatkan  Bhabinsa dan Camat saat itu menjabat. Kemudian masyarakat secara kolektif baru mengurus sporadik atau bukti penguasaannya mereka tahun 2018.

Sementara MC dkk memang pernah mengajukan sporadik dilahan yang sama kepada Pemerintah Desa Gapit di bulan Desember 2016. Kepala Desa kemudian menekankan kepada MC dkk agar sporadik yang sudah ditanda tangani untuk dibawa kembali ke Kantor Desa supaya diberi nomor registrasi. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Selain itu, pihak desa juga melakukan pengkajian kembali bersama sejumlah pihak terkait dan hasilnya tanggal 2 Januari 2017, sporadik milik MC dkk dibatalkan.

Berita Terkait:  Pencarian 7 ABK KM Multi Prima I Mengarah Keselatan

“Setelah Pemerintah Desa memanggil BPD, LPM, Tokoh Masyarakat dan Tokoh  Agama untuk melakukan klarifikasi dan pengkajian terhadap sporadik yang telah diterbitkan. Apakah ini atas nama MC dkk  memang memiliki objek di sana. Dari pertemuan di Kantor Desa ini masyarakat semua resah atas terbitnya sporadik tersebut. Sehingga Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa setelah melakukan pengkajian rapat di tingkat desa beserta jajaran akhirnya dengan keputusan pembatalan terhadap sporadik yang telah dikeluarkan. Jadi dengan proses penerbitan dan pembatalan sporadik atas nama MC dkk dalam kurun waktu sekitar satu bulan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Turis Dirampok, Polres Sumbawa Terjunkan Tim ke Pulau Moyo

Sementara Ketua BPD Desa Gapit, Muhammad Rakib mengatakan, sebenarnya rencana pembangunan PLTU Sumbawa II di Desa gapit tidak memiliki hambatan. Karena Pemerintah Desa dana masyarakat tidak ada yang keberatan dan sangat mendukung.

Meskipun demikian, Ia menyesalkan adanya pernyataan terkait kepemilikan lahan. Padahal, tidak ada persoalan saling klaim. Karena Sporadik awal yang sudah diterbitkan itu telah dibatalkan. Sebab, tanah itu sah milik masyarakat setempat, dengan dibuktikan Sporadik milik masyarakat.

“Pembangunan ini harus berjalan. Karena sebenarnya tidak ada tumpang tindih Kepemilikan lahan. Karena sejak awal, bahwa Sporadik awal yang diterbitkan telah dibatalkan,” tukasnya. (NM3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here