Beranda HUKRIM Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Kakak Adik Ditahan Polisi

Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Kakak Adik Ditahan Polisi

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa harus menahan JM (40) dan AN (31) warga disalah satu Dusun di Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu. Hal tersebut lantaran keduanya yang merupakan kakak beradik diduga telah melakukan persetubuhan terhadap gadis dibawah umur.

Korban sendiri merupakan tetangga dari kedua terduga pelaku. Bahkan gadis 16 tahun yang mengalami keterbelakangan mental itu juga dikabarkan tengah hamil Lima bulan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aipda Arifin Setioko membenarkan adanya hal itu. Dikatakan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan ke Polsek Moyo Hulu oleh orang tua korban, pada Selasa (26/2).

Berita Terkait:  Surahman Nilai Penerapan Hukum Kasus Patedong Pincang

“Pelimpahan kita terima tadi malam dari Polsek Moyo Hulu sekitar jam 12 malam. Terkait dugaan pencabulan atau persetubuhan anak dibawah umur. Yang melaporkan langsung adalah orang tuanya dari korban,” ujarnya, Rabu (26/2).

Diungkapkannya, kejadian ini terjadi pada tahun 2019 lalu. Persetubuan pertama dilakukan oleh AN pada bulan Agustus. Kemudian JM melakukannya pada bulan Oktober.

“Kedua pelaku ini melakukannya diwaktu yang berbeda. Tapi antara mereka berdua tidak mengetahui bahwa sama-sama pernah menyetubuhi si korban. Korban sedikit mengalami keterbelakangan mental. Anak ini bisa membantu tetangga kemudian diberi upah. Saat itu korban habis pulang membantu tetangganya kemudian ditarik oleh pelaku dan disetubuhi di rumahnya. Caranya juga hampir sama. Sampai saat ini menurut keterangan Puskesmas Moyo Hulu korban hamil 5 bulan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Miliki 185 Butir Tramadol, Dua Orang Ditangkap Polisi

Kejadian yang telah merenggut kehormatan korban terungkap ketika bibinya melihat ada perubahan dari fisik korban. Dimana perut koran kian membesar. Kemudian korbanpun menceritakan jika ia pernah disetubuhi oleh kedua pelaku. Oleh bibinya diberitahukan kepada orang tua Koran. Mereka kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Moyo Hulu.

“Pengakuan pelaku mereka melakukan hanya satu kali. Saat ini, kita visum korban kemudian kita pastikan kondisi janin. Pelaku sudah kita amankan. Sudah kita tingkatkan statusnya sebagai tersangka,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  Marak Jambret, Masyarakat Diimbau Tidak “Mencolok”