Beranda HUKRIM Seorang Ibu Tega Siksa dan Siram Anaknya dengan Air Panas

Seorang Ibu Tega Siksa dan Siram Anaknya dengan Air Panas

BERBAGI

LOMBOK BARAT — Kelakukan DW tidak patut untuk ditiru. Pasalnya tidak mencerminkan layaknya sikap seorang ibu kepada anaknya.

Kini seorang ibu rumah tangga di Lombok Barat (Lobar) itu harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Betapa tidak, DW tega menyiksa dan menyiram air panas ke pundak anaknya sendiri berinisial (RG) yang masih berumur 10 tahun.

Kejadian itu diketahui, setelah nenek korban berinisial NA yang juga merupakan ibu kandung DW melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian Polres Lobar.

Berdasarkan laporan tersebut, DW di periksa oleh pihak kepolisian. Dimana keterangan beberapa saksi dan bukti yang ada bahwa benar DW telah menyiksa anaknya sendiri.

Berita Terkait:  Korban Kecelakaan di Simpang Boak Ternyata Dibunuh

RG masih duduk di bangku kelas 4 SD berumur 10 tahun. Bocah itu dijambak rambutnya lalu di benturkan kepalanya ke tembok.

Tak hanya itu, RG juga di siram pundaknya dengan air panas yang ada di dalam termos sampai kulit RG melepuh dan kemerahan.

DW berbuat seperti itu karena kesal anaknya tidak mau membuatkan adiknya makanan. Lalu menjambak dan membenturkan kepala anaknya ke tembok sebanyak tiga kali.

Kemudian DW juga tega melempar anaknya dengan panci lalu menyiramnya dengan air panas yang ada di dalam termos.

Berita Terkait:  Empat Sindikat Narkoba Digulung, Satu Dihadiahi Timah Panas

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto bersama Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan pelaku, dia tidak dalam keadaan gangguan jiwa.

“Kondisi kejiwaan pelaku baik-baik saja, dia melakukan perbuatan itu dalam keadaan sadar, sehingga dia kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kasubdit IV AKBP Ni Made Pujawati saat Konferensi Pers di Mapolda NTB, Kota Mataram.

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, atas perbuatannya, DW dapat dikatakan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak dalam lingkup rumah tangga.

Berita Terkait:  Imigrasi Sumbawa Tingkatkan Pengawasan WNA

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 80 ayat (1) dan ayat (4) Jo Pasal 76C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT.

Selain itu, DW terancam pidana penjara paling lama 5 (Lima) Tahun atau Denda
Paling Banyak Rp. 15.000.000., (Lima Belas Juta Rupiah). (red)