Beranda HUKRIM Sekitar 800 gram Shabu Dimusnahkan

Sekitar 800 gram Shabu Dimusnahkan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Sekitar 800 gram shabu-shabu yang menjadi barang bukti kasus penyelundupan dari kepulauan Riau dimusnahkan.

Pemusnahan barang bukti (BB) itu dilakukan langsung oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB).

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol M Nurochman memimpin pemusnahan barang haram tersebut dihalaman kantornya, Rabu pagi (17/7) tadi.

Turut disaksikan oleh dua tersangka berinisial JM (36) dan TT (37), didampingi penasihat hukumnya, penuntut umum, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Berita Terkait:  Hendak Pesta Sabu, Empat Orang Diamankan Polres Sumbawa

Barang bukti kasus penyelundupan yang terungkap pada Mei 2019 ini dimusnahkan dengan cara diblender dengan air dicampur oli.

“Ada delapan bungkus sabu-sabu yang kita musnahkan hari ini. Ini barang bukti dari dua tersangka yang kita tangkap pada bulan Mei lalu,” kata Kepala BNNP NTB didampingi Kabid Pemberantasan BNNP setempat, AKBP Denny Priadi.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti sabu-sabu dilakukan setelah penyidik di Bidang Pemberantasan BNNP NTB mengantongi penetapan dari pengadilan negeri mataram.

Berita Terkait:  Polisi Telusuri Kuburan Janin Diduga Hasil Aborsi 

Dimana penyidik masih terus mendalami asal-usul barang, termasuk peran pengirim dari Kepulauan Riau yang mengirim barang atas nama Baggy Online Shop, tujuan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

“Palsu semua. Tapi kita masih coba telusuri dengan cara lain berkoordinasi dengan BNN di Kepulauam Riau,” tuturnya.

Untuk diketahui, tersangka JM diketahui berasal dari Depok, Jawa Barat. Ia ditangkap bersama tersangka TT, warga Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Rencananya, barang haram itu akan diedarkan jelang hari raya lalu. JM digerebek lebih dulu di Jalan Anyelir, Kota Mataram, pada akhir Mei lalu.

Berita Terkait:  Tebas Tangan Bule, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi

Kemudian, menyusul penangkapan TT di sebuah hotel di kawasan Selaparang, Kota Mataram. ” Kasusnya sedang pemberkasan, nantinya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dibawa ke persidangan,” demikian. (NM1)