Beranda HUKRIM Ricuh, APARAT Gedor Kantor Gubernur NTB

Ricuh, APARAT Gedor Kantor Gubernur NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Buruh Internasional (Mayday) diwarnai aksi demo, Kamis (2/5) di Mataram.

Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Aspirasi Rakyat (APARAT) mendatangi Kantor Gubernur NTB.

Aksi ini berangkat dari keprihatianan mereka lantaran dianggap masih banyaknya persoalan yang terjadi, baik itu mengenai buruh maupun pendidikan di NTB.

Antara lainnya, masalah upah yang tidak sesuai dengan UMK/UMR, termasuk tidak adanya jaminan hari tua dan dianggap jauh dari kesejahteraan bagi kaum buruh.

Sedangkan di sektor pendidikan, mereka melihat tingginya biaya pendidikan dan tidak merata. Bahkan masih dianggap banyaknya suara kritis mahasiswapun seakan dibungkam.

Berita Terkait:  Waspada Penipuan! Minta Segepok Uang, "Nama Kasi Pidsus" Dicatut

“Nasib pendidikan kita hari ini telah dilibatkan dalam ranah pasar yang dimana menjadikan pendidikan sebagai ladang bisnis untuk memperkaya beberapa golongan,” kata Rudi Hardianto selaku Korlap Akis.

Semestinya kata pria yang kerap disapa Reno itu, pendidikan adalah sebagai senjata utama sebuah bangsa untuk memutus rantai kebodohan dan kemiskinan telah di liberalisasikan.

Sehingga esensi pendidikan sambungnya, seharusnya memanusiakan manusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa terkikis oleh perselingkuhan sistem kapitalisme dan liberalisme yang melahirkan diskriminasi, kemudian berimbas pada biaya pendidikan terus meningkat.

Berangkat dari persoalan tersebut, adapun beberapa point yang menjadi tututan dari APARAT :

Berita Terkait:  Pemuda asal Loteng Ini Babak Belur Dihajar Massa

1. Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis.
2. Berikan Upah Layak, Cabut PP 78 Tahun 2015
3. Cabut UU No 20 Tahun 2003.
4. Cabut Pepres No 20 Tahun 2012 (Tenaga Kerja Asing)
5. Ratakan Pendidikan di Seluruh NTB.
6. Cabut UU No 12 Tahun 2012 (Otonomi Kampus)
7. Berikan Security Sosial untuk Buruh di Pelabuhan Bima.
8. Hentikan Diskriminasi Pendidikan dan Wujudkan Demokratis Kampus.
9. Cabut UU PMA Tahun 1967
10. Stop PHK Sepihak Terhadap Buruh.
11. Perketat Pengawalan Terhadap Permen Dikbud No 8 Tahun 2017 khususnya di NTB.
12. Berikan Jaminan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Buruh Migran dan TKW di NTB.
13. Usir Tenaga Kerja Asing dan Berikan Peluang Tenaga Kerja Lokal.

Berita Terkait:  Bantah Nikahi Istri Orang, Ketua Bawaslu Loteng akan Lapor Balik

“Hentikan liberalisme pendidikan dan wujudkan kesejahteraan buruh. Solusinya, laksanakan UUD 1945 pencasila sebagai dasar hukum. Laksanakan Permen Dikbud No 8 Tahun 2017,” demikian.

Untuk diketahui, berdasarkan dari pantauan langsung media ini massa aksi sempat bentrok dengan pihak aparat kepolisian yang mengamankan aksi tersebut.

Hingga berita ini naik tanyang, aksi demo masih terus berlangsung. Terlihat massa aksi kembali merapatkan barisan dan pihak aparatpun mempertebal pengamanan. (NM1)