Beranda HUKRIM Polda NTB Tangkap 9 Orang Penyedia Bahan Kimia untuk Tambang Ilegal

Polda NTB Tangkap 9 Orang Penyedia Bahan Kimia untuk Tambang Ilegal

BERBAGI
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol Drs Nana Sudjana AS, MM

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Kinerja pihak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) patut diancungi jempol.

Pasalnya, Polda berhasil menangkap sekaligus menahan menangkap dan menahan sembilan orang penyedia bahan baku kimia bagi para penambang ilegal di NTB.

Demikian hal itu dikatakan Kapolda NTB Irjen Pol Drs Nana Sudjana AS, MM., kepada awak media di Mataram.

Sembilan orang yang ditangkap itu kata Nana Sudjana, tersebar di tiga daerah lingkup NTB. Pertama di Lombok Barat, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Mereka terdiri dari para penyuplai bahan kimia seperti mercury, sianida dan bahan bakar minyak (BBM).”Mereka yang kita tangkap ini ada orang NTB dan ada juga dari luar NTB,” ujarnya.

Berita Terkait:  Astaghfirullah, NTB Darurat Narkoba!

Menurutnya, penangkapan terhadap sembilan orang itu merupakan hasil penyelidikan dan pengembangan serta operasi yang dilakukan selama satu bulan terakhir oleh Satgas Penertiban Penambangan Liar.

Dimana Satgas tersebut ungkapnya terdiri dari sejumlah unsure. Antara lainnya dari pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, kejaksaan, termasuk Badan Intelijen Daerah (Binda).

“Ada tiga strategi yang kita lakukan, yakni mulai dari sosialisasi, musyawarah, pengawasan bahan kimia dan penegakan hukum. Dan sembilan orang ini sebagai upaya penegakan hukum,” terang Kapolda.

Berita Terkait:  Terdakwa Korupsi Dana BOS SMKN 1 Lunyuk Jalani Sidang Perdana

Selain melakukan penegakan hukum, Kapolda menyatakan pihaknya sudah menutup lokasi-lokasi PETI, seperti di kawasan pegunungan Prabu Kabupaten Lombok Tengah dan Sekotong Lombok Barat.

Bahkan di kedua lokasi itu Prabu sudah diberi plang tidak boleh melakukan penambangan dan Sekotong sudah diberikan garis polisi. Kalau pun lanjut Kapolda, tak ditampiknya hanya ada tinggal beberapa saja, tapi pihaknya mengaku akan segera melakukan penegakan hukum.

“Khusus di Prabu ini dekat sekali dengan Mandalika. Yang mana kita tahu Mandalika ini salah satu destinasi pariwisata prioritas pemerintah, makanya kita lakukan penutupan,” tuturnya.

Berita Terkait:  Pemkot-Kejari Mataram Teken Perjanjian Kerjasama Bidang PTUN

“Penambangan itu merusak lingkungan, rusak kesehatan. Dari sudut kepariwisataan sangat buruk dengan adanya pengerukan lahan di penambangan,” tambah Nana Sudjana.

Menurut orang nomor satu dijajaran Polda NTB itu, bahwa penegakan hukum terhadap para pelaku tersebut sebagai upaya membersihkan NTB dari pertambangan tanpa ijin (PETI).

Sebab, kata Kapolda, kegiatan Peti sudah dilakukan puluhan tahun dan meresahkan sehingga harus ada perubahan. Apalagi NTB merupakan daerah pariwisata dan sedang bersemangat bangkit pascagempa bumi 2018. “Jadi target kita tidak ada lagi PETI di NTB,” demikian Kapolda NTB. (red)