Beranda HEADLINE Polda NTB Amankan Calo Perdagangan Anak Dibawah Umur

Polda NTB Amankan Calo Perdagangan Anak Dibawah Umur

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB mengamankan seorang pria yang terlibat kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

NS alias AS (35) seorang warga Kelurahan Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah diamankan pada Senin (13/1) lalu. Ia ditangkap lantaran diduga sebagai calo memperdagangkan anak dibawah umur.

Beruntung korban berinisial NR (17) warga Kabupaten Lombok Barat akhirnya terbebas. Kepada awak media, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto menjelaskan kronologis kejadian.

Bermula NS alias AS menawarkan korban yang masih remaja bersama dua rekannya menawarkan untuk bekerja ke luar negeri, yakni ke Arab Saudi dengan iming-iming gaji Rp 7 jutà. Bahkan akan menerima pesangon sebesar Rp 3 juta.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2020

“Kemudian korban ditampung di rumah tersangka, selain korban (SR) tersangka juga sudah menampung empat korban lainnya kurang lebih empat hari dirumah NS alias AS di Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah,” kata Artanto, kemarin di Mataram.

“Setelah di tampung kemudian NS menyewa satu unit mobil untuk membawa para korban ke Bandara. Selanjutnya korban di terbangkan ke Jakarta bersama dengan lima orang calon TKI lainnya. Sesampainya di Jakarta para korban diserahkan ke salah satu PT yang yang menjadi agen kerjasama NS. Karena terlalu lama tidak diberangkatkan ke Arab Saudi membuat korban merasa tidak betah berada di Jakarta, akhirnya korban dipulangkan dengan menggunakan pesawat,” imbuh Kabid Humas Polda NTB memaparkan.

Berita Terkait:  Kapolda NTB : Keamanan Kunci Pembangunan Sehingga Masyarakat Sejahtera

Selain itu, ia menerangkan adapun proses penangkapan yang dilakukan oleh Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB pada Jum’at (14/2) di Kantor Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian sejumlah barang bukti berupa dia lembar ijazah sekolah dan dua unit hp kini telah diamankan.

Atas perbuatannya, NS alias AS kini dikenakan Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo 53 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Berita Terkait:  Lawan COVID-19, IISBUD SAREA Edukasi Masyarakat Melalui "Sakeco"

“Ancaman Hukuman paling singkat 3 tahun kurungan dan paling lama 15 tahun kurungan serta pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta,” demikian Kombes Pol Artanto. (red)