Beranda HUKRIM Pejabat PSPM Ditahan, Masih Ada Tersangka Lain Kasus Balai Nikah Labangka

Pejabat PSPM Ditahan, Masih Ada Tersangka Lain Kasus Balai Nikah Labangka

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kasus Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka tahun 2018 terus berlanjut. Baru-baru ini jaksa menahan tersangka berinisial HMF, Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbawa.

Tersangka HMF ditahan pada Selasa (21/7). Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan dari dua terdakwa berinsial JS (pelaksana proyek) dan MF (Pejabat Pembuat Komitmen). Terhadap kasus ini, jaksa masih akan mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait. Baik pihak swasta maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab dalam proyek bernilai Rp 1,2 miliar ini masih ada kemungkinan calon tersangka baru.

Berita Terkait:  Terduga Pelaku Utama Pembacokan Arnold Diringkus

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, S.H., M.Hum mengakui pihaknya telah menahan tersangka HMF yang merupakan PPSPM Kemenag Sumbawa.Selama 20 hari ke depan pihaknya harus merampungkan berkas perkara untuk dilanjutkan ke tahap persidangan. Dengan adanya penahanan ini, penanganan kasus akan terus dikembangkan. Bahkan ada kemungkinan pihak lain yang mempunyai pengetahuan dan kehendak terjadinya tindak pidana dalam proyek ini ditindak. Baik dari pihak swasta maupun ASN. Karena seperti diketahui, tindak pidana korupsi ini tidak bisa berdiri sendiri. Di mana ada banyak pihak yang terlibat dalam proyek. Hal inilah yang akan terus didalami.

Berita Terkait:  Tim Jatanras Polres Sumbawa Ringkus Tujuh Pelaku Pencurian Jagung

“Ada kemungkinan (tersangka baru red). Inilah yang harus kita dalami siapa saja yang memang punya sangkut paut di situ,” ujarnya didampingi para Kepala Seksi dalam jumpa persnya, Rabu (22/7).

Dijelaskannya, terkait calon tersangka lain pihaknya belum bisa menentukan. Namun kemungkinannya tetap ada. Baik dari pihak swasta ataupun ASN.

“Kita tidak bisa menentukan (jumlah calon tersangka baru red). Tapi ada kemungkinan, baik dari pihak swasta maupun ASN. Tunggu perkembangan saja. Selama dia punya kesamaan kehendak dan pengetahuan supaya tindak pidana itu terjadi, pasti akan saya lakukan penindakan. Dan dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Polres Sumbawa Segera Limpahkan Kasus Karhutla Ke Jaksa

Seperti diberitakan, pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Tahun 2018 senilai Rp 1,2 miliar, dikerjakan CV. Samawa Talindo Resource sebagai pelaksana proyek. Namun di tengah proses pembangunan, setelah pekerjaan baru mencapai 41 persen, pencairan sudah 100 persen. Diduga ada kerja sama atau pemufakatan jahat yang dilakukan. Sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dengan ahli bangunan, dan ditemukan kekuatan beton hanya 125 K. Sementara untuk peraturan Menteri PUPR bahwa untuk bangunan dua lantai minimal 225 K. (red)