Beranda HUKRIM Marak Jambret, Masyarakat Diimbau Tidak “Mencolok”

Marak Jambret, Masyarakat Diimbau Tidak “Mencolok”

BERBAGI
Kapolres Kota Mataram, AKBP Muhammad SIK. (Foto : Bobby)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Belakangan ini aksi penjambretan kian marak. Aksi para pelaku bisa dikatakan terlalu nekat. Pasalnya, mereka beraksi secara terang-terangan tak mengenal waktu, tempat dan tak pandang bulu korban sasarannya.

Bahkan dalam aksi liar para pelaku tindak kejahatan jambret ini, tak segan melakukan kekerasan. Khususnya di wilayah hukum Kota Mataram. Pihak kepolisian mengimbau pengendara maupun penumpang sepeda motor untuk tidak mencolok.

Antara lainnya, tidak menggunakan telepon seluler (Handphone) termasuk mengenakan perhiasan yang berlebihan saat berkendara atau sedang dalam perjalanan. Hal itu dimaksudkan sebagai langkah antisipasi dari tindak kejahatan penjambretan.

Berita Terkait:  Siang Bolong, Aparat Gadungan Gilir Seorang Gadis di Samota

Seperti yang dijelaskan Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK mengatakan, pelaku penjambretan biasa mengincar korban atau penumpang motor yang sedang lengah.

“Dia melihat korban yang paling lengah dan paling lemah. Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat kalau membawa HP (ponsel, red) jangan dimainkan saat sedang dibonceng atau berkendara,” kata Muhammad kepada www.nusramedia.com, Kamis 18 Oktober 2018 di Mataram.

Pejabat low profil ini, juga meminta masyarakat untuk tidak mengenakan barang-barang yang mencolok seperti perhiasan saat berkendara. Penumpang yang membawa tas juga mesti berhati-hati.

Berita Terkait:  Tim Cyber Crime Polda NTB Tangkap Pelaku Hate Speech

“Membawa tas jangan diletakkan di belakang punggung. Kalau bisa di dekap di antara pengendara yang di depan mereka,” sarannya.
Kejadian penjambretan sedang marak terjadi di berbagai wilayah hukum Kota Mataram. Meski demikian, tindak kejahatan tersebut selalu berhasil diungkap oleh pihaknya.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Polres Mataram dalam menyikapi persoalan ini. Yaitu menambah jumlah patrol pada jam-jam yang rawan seperti siang dan malam hari.

“Terutama di daerah rembiga (sayang-sayang), jalan lingkar utara, dan selatan termasuk daerah jempong dan dasan cermen,” beber mantan Kapolres Kabupaten Sumbawa ini.

Berita Terkait:  Cekcok Karena Bakar Sampah Berujung Aksi Penusukan

“Kalau di dalam kota mereka masih mikir (pelaku). Jadi yang paling dominan itu terjadi diluar kota atau perbatasan. Intinya masyarakat jangan terlalu memamerkan atau mencolok saat dijalan,” demikian Muhammad menambahkan. (NM1)