Beranda HUKRIM Kasus Investasi Bodong Masih dalam Penyidikan

Kasus Investasi Bodong Masih dalam Penyidikan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Hingga saat ini, Polres Lombok Timur masih terus melakukan penyidikan terkait kasus investasi yang diduga bodong.

Dimana kasus ini dilaporkan pada 23 Juli 2019 lalu oleh Zaeni (38) warga Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Kasus ini sendiri berawal ketika pelapor, Zaeni yang ditawari oleh rekannya untuk ikut bergabung dalam bisnis Investasi Dolar.

Kemudian pada Senin, 11 Maret 2019, pelapor datang ke rumah terlapor berinisial KM, untuk meminta penjelasan mengenai bisnis Investasi Dolar tersebut.

Saat itu Pelapor dijelaskan langsung oleh KM yang dimana saat itu juga Pelapor dijelaskan keuntungan yang akan didapatkan apabila menanam modal di KM.

Berita Terkait:  Sindikat STNK Palsu Diringkus Polisi

Termasuk saat itu juga Pelapor dibuatkan akun untuk mengikuti bisnis Investasi Modal.

Setelah dibuatkan akun melalui aplikasi VBData oleh KM, Zaeni langsung menanam modal sebesar Rp 1,5 juta dengan modal dolar yang didapatkannya sebesar $ 100.

Namun saat itu, KM menyarankan agar Zaeni menanam modal lebih banyak. Sehingga keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.

Pada akhirnya Zaeni tetap menanam modal sampai saldo terakhirnya sebesar Rp. 16.956.000,- (Enam Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) dengan saldo dolar sebesar $ 900 (Sembilan Ratus) Dolar.

Berita Terkait:  Dua Pelaku Curas Diringkus

Menurut keterangan dan pengakuan KM. bahwa terhadap saldo yang Zaeni investasikan tersebut akan mendapatkan keuntungan apabila ada perusahaan yang berasal dari Beijing ingin membeli dolar yang Pelapor miliki.

Akan tetapi sampai dengan saat ini dolar atau saldo Zaeni tidak ada yang membayar serta uang yang Zaeni investasikan melalui Akun VBData tersebut tidak ada atau hangus.

Atas hal itu, Zaeni pun melaporkannya atas dugaan penipuan ke Polres Lotim.

Kasat Reskrim Polres Lotim melalui Kabid Humas Polda NTB, Kombespol Artanto S.I.K., M.Si yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini kasusnya masih dalam penyidikan.

Berita Terkait:  Bawa Pisau Dapur, Seorang Pria Tantang Anggota dan Menerobos Masuk ke Mapolda NTB

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan beberapa barang bukti berupa satu buah CD yang berisi rekaman video, satu lembar bukti transfer, satu lembar rekening Koran Bank BRI dan satu buah Kartu ATM Mandiri juga sudah diamankan.

“Biasanya kalau investasi itu penanganannya cukup a lot. Biasa korban mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi karena merasa ditipu setelah tidak ada jalan penyelesaian baru lapor polisi,” ungkapnya seraya menambahkan, pihaknya akan tetap berupaya secepat mungkin menuntaskan kasus ini. (red)