Beranda HUKRIM Jaksa Teliti Dua Berkas Perkara Tipilu

Jaksa Teliti Dua Berkas Perkara Tipilu

BERBAGI
Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi SH . (Foto : Roby Teja-NM)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa sudah menerima dua berkas perkara dugaan Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) dari pihak kepolisian, pada Senin (1/4) lalu. Saat ini, berkas tersebut sedang diteliti oleh Jaksa khusus untuk menentukan proses selanjutnya.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi SH mengatakan, kedua perkara yang diteliti yaitu dugaan terlibatnya oknum Kepala Desa di Kecamatan Orong Telu dalam mengkampanyekan salah satu Calon Legislatif (Caleg) dan dugaan peserta Pemilu yang melakukan money politik, yakni dengan membagikan barang kepada warga.

Berita Terkait:  Tiga Pejabat Imigrasi Mataram Terjaring OTT

“Kita sudah terima berkasnya kemarin, saya tetliti dalam waktu lima hari waktu kerja, kemudian mengambil sikap,” ujarnya yang ditemui di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (2/4) kemarin.

Ketika hasil penelitian terhadap berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, jelas Rasyidi, maka akan dilanjutkan persidangan. Sementara, jika masih memiliki kekurangan, berkas tersebut akan dikembalikan ke penyidik untuk segera dilengkapi.

“Tapi kalau belum lengkap saya akan kembalikan ke penyidik. Dan dalam waktu 3 hari berkas itu harus dikembalikan lagi ke kami,” jelasnya.

Berita Terkait:  Tangani Pengaduan Korupsi, APIP dan APH Teken PKS

Diungkapkannya, dua perkara dugaan Tipilu ini sebenarnya sudah dibahas sejak awal oleh Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) yang tergabung antara Bawaslu, kepolisian dan Kejari Sumbawa.

Sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya kekurangan dalam berkas perkara. Kemudian dalam penanganannya dilakukan oleh Penyidik khusus dan Jaksa Khusus.

“Karena ini sebenarnya kita bahas dari awal, kekurangan itu tidak signifikan sebenarnya. Mungkin lupa tanda tangan, tanggal ataupun  hal-hal yang perlu ditambah sedikit. Karena dari awal sejak laporan kita sudah sama-sama membahas. Jadi kecil kemungkin untuk dihentikan,” tukasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Selain Pembunuhan Sadis, AP Juga Terlibat Kasus Curanmor