Beranda HUKRIM Jaksa Fokus Telusuri Aliran Dana Balai Nikah Labangka 

Jaksa Fokus Telusuri Aliran Dana Balai Nikah Labangka 

BERBAGI
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa, S.H

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Tersangka dalam kasus Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka berinisial JS telah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa belum lama ini. Dalam kasus ini, jaksa masih fokus menelusuri aliran dana dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa, S.H mengakui baru satu tersangka dalam kasus ini. Mengenai adanya tersangka lain, kemungkinan itu tetap ada. Hanya saja saat ini, pihaknya masih fokus menelusuri aliran dana dari proyek tersebut.

Berita Terkait:  Bawa Ganja, Polres Sumbawa Tangkap Pengendara Saat Razia

“Kalau soal tersangka lain belum. Kita masih fokus telusuri aliran dananya,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, guna menelusuri aliran dana ini pihaknya intens melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Pemeriksaan pun masih dilakukan supaya semuanya diketahui dengan jelas.

“Masih melakukan pemeriksaan. Kita telusuri semuanya dulu supaya jelas,” terangnya.

Sejauh ini, sudah banyak pihak yang diperiksa terkait kasus Balai Nikah Labangka. Baik pejabat Kanwil Kemenag Provinsi NTB maupun pejabat Kemenag Sumbawa. Dimana semua pihak terkait dalam kasus ini tetap akan diperiksa.

Berita Terkait:  Terduga Pelaku Perampokan Turis Tertangkap

“Sudah banyak yang diperiksa. Sudah puluhan orang. Semua pihak terkait tanpa terkecuali kita panggil semua,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai hasil perhitungan kerugian negara, pihaknya masih menunggu dari BPKP.

“Hasil perhitungan kerugian negara masih dalam proses. Kami masih menunggu dari BPKP,” tukasnya.

Seperti diketahui, Pembangunan Balai Nikah KUA Kecamatan Labangka tahun 2018 senilai Rp 1,2 miliar, dikerjakan CV. Samawa Talindo Resource sebagai pelaksana proyek. Namun di tengah proses pembangunan, setelah pekerjaan sudah mencapai 41 persen, pencairan sudah 100 persen.

Berita Terkait:  Heboh di Mapin Kebak, Mertua Tebas Menantu dengan Parang

Diduga ada kerja sama atau permufaktan jahat yang dilakukan. Sebelumnya, sudah dilakukan pemeriksaan dengan ahli bangunan, dan ditemukan kekuatan beton hanya 125 K. Sementara untuk peraturan dari Menteri PUPR bahwa untuk bangunan dua lantai minimal 225 K. (red)