Beranda HUKRIM Istri Jadi TKW, Suami Tega Aniaya Anak Sendiri

Istri Jadi TKW, Suami Tega Aniaya Anak Sendiri

BERBAGI

MATARAM — Kelakuan AF (30) warga Karang Bedil, Kecamatan Cakranegara Timur, Kota Mataram tidak mencerminkan selayaknya seorang ayah yang baik dan tidak patut untuk ditiru.

Pasalnya, pria yang diketahui pengangguran tersebut tega menganiayai anak kandungnya sendiri. Terlebih anaknya masih berusia 7 tahun.

AF diduga telah melakukan penganiayaan beberapa kali. Bahkan aksi bejatnya itu sempat viral di sosial media. Atas perbuatannya, AF kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Karena tanpa menunggu waktu lama, petugas langsung meringkus seorang ayah yang tega menganiayai anak kandungnya sendiri itu.

“Kami mengamankan terduga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” kata Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Senin (25/1).

“Ini ada ayah yang menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 7 tahun. Anak kandungnya ini masih SD,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Bawa Sapi Curian, Pria asal Lape Diamankan Polisi

Terakhir kali, penganiayaan diduga dilakukan tanggal 30 Desember sekitar pukul 21.00 wita. Pelaku beraksi dengan mengikat korban menggunakan tali rapia di tiang jendela.

Korban diikat kurang lebih satu jam. Pelaku gelap mata dan mulai memukul paha korban. “Itu kejadiannya, anaknya atau korban diikat lalu dipukul pahanya menggunakan tongkat,” bebernya.

Korban lalu divideokan oleh pelaku. Sambil berkata, dirinya berbuat seperti itu, karena ibu korban (istrinya) yang bekerja sebagai TKW di Singapura tidak pernah menghubungi selama beberapa hari.

“Dia berkata, kalau tiga hari ibumu tidak menelpon. Ikatan itu tidak akan dibuka. Itu bentuk ancaman untuk istrinya yang bekerja sebagai TKW,” katanya.

Berita Terkait:  Irjen Pol Tomsi Tohir Pimpin Sertijab di Lingkungan Polda NTB

Tindakan keji itu dilakukan pelaku untuk memancing perhatian istrinya. Tujuannya adalah agar sang istri segera mengirim uang dari luar negeri. “Tujuannya itu agar istrinya kasihan anaknya dipukul lalu dikirimkan uang,” tuturnya.

Berdasarkan hasil visum. Ada luka memar di paha dan punggung korban. Pelaku diduga tidak sekali menganiaya korban. “Karena ada bekas luka lama juga. Kita duga tidak sekali pelaku menganiaya korban,” beber Heri.

Kasus ini diungkap cukup mudah. Karena viral di media sosial. Pelaku tanpa waktu lama dicokok petugas di rumahnya. “Viral videonya di media sosial. Itu memudahkan kita menangkap pelaku,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku beberapa kali menerima kiriman uang dari istrinya di Singapura. Terakhir kali, lelaki bertato itu dapat kiriman Rp 9 juta.

Berita Terkait:  Polisi Ringkus Dua Pengedar di Kelurahan Bugis

“Yang terakhir dapat kiriman Rp 9 juta dia dari istrinya. Tapi cepat habisnya dan dia lakukan itu terhadap anaknya agar cepat dikirimkan uang dari Singapura,” terang Heri.

AF di depan petugas cukup lantang mengakui perbuatannya. Buah hatinya ia siksa semata-mata untuk mencari perhatian istrinya yang bekerja di negeri seberang. “Uangnya ada yang saya pakai main judi online. Saya kalah terus,” ungkapnya mengaku.

Dengan perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 44 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PDKRT ancaman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 15 juta. (red)