Beranda HUKRIM Ditreskrimum Polda NTB Ringkus DPO Curanmor

Ditreskrimum Polda NTB Ringkus DPO Curanmor

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Setelah lima 5 bulan bersembunyi dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), satu pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial UB alias UM (26) akhirnya diringkus Ditreskrimum Polda NTB, pada Selasa (10/3).

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK., M,Si kepada wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Dikatakan, UB melakukan aksinya pada September 2019 lalu bersama seorang rekannya SR alias DD yang lebih dulu ditangkap.

Berawal ketika korban Sairil Akbar yang menggunakan sepeda motor menuju rumah temannya di Lingkungan Karang bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Setelah tiba, korban kemudian memarkirkan sepeda motor tersebut di depan rumah temannya dalam keadaan stang terkunci.

Beberapa saat kemudian ketika korban hendak pulang ia mendapati sepeda motornya sudah hilang.

“Berselang 3 hari setelah melakukan aksinya ini, kedua tersangka hendak menjual sepeda motor hasil curian tersebut. Namun belum sempat melakukan transaksi polisi lebih dulu mengamankan tersangka SR alias DD beserta barang bukti. Saat itu tersangka UB alias UM berhasil melarikan diri,” ujarnya, Rabu (11/3).

Diungkapkannya, setelah beberapa bulan melarikan diri, UB akhirnya berhasil ditangkap oleh jajaran Polda NTB.

Berdasarkan keterangannya, ia bersama dengan tersangka SR mencuri sepeda motor korban dengan cara menggunakan kunci letter “T”.

Peran UB sebagai eksekutor dan SR memantau keadaan sekitar. “Tersangka UB sudah dibawa ke Polda untuk diproses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini yaitu satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih DR 4600 CH.

Namun sudah di ganti menjadi DR 6488 SE, dengan nomor rangka: MH1JFD237EK166068, Nosin: JFD2E3147852 yang disita dari tersangka SR.

Kedua tersangka akan dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun. (red)