Beranda HUKRIM Direktur PT Ombas Alfath Gemilang Menangkan Perkara Wanprestasi

Direktur PT Ombas Alfath Gemilang Menangkan Perkara Wanprestasi

BERBAGI

MATARAM — Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Direktur PT Ombas Alfath Gemilang (Disingkat OAG) memenangkan perkara wanprestasi terhadap rekan bisnisnya.

Demikian hal itu diungkapkan Kuasa Hukum PT Ombas Alfath Gemilang, Febriyan Anindita kepada media ini, Senin (19/7) di Mataram.

Dijelaskannya, wanprestasi yang dimaksud adalah kelalaian dalam menyelesaikan kewajiban. Dimana kewajiban tersebut tertuang dalam Akta Perjanjian Kerjasama Nomor 22 tanggal 21 Desember 2019 lalu.

Diantaranya, kata Febriyan Anindita, yakni memberikan modal usaha untuk digunakan dalam usaha selama masa kerjasama dan membayar segala jenis pajak, retribusi yang timbul.

“Serta tidak membuat dan atau menyerahkan laporan bulanan usaha, di mana laporan bulanan usaha yang dimaksud merupakan bagian dari laporan administrasi dan teknis,” terangnya.

Lawyer muda yang akrab disapa Febry ini juga menegaskan, bahwa jauh sebelumnya pihaknya sudah melakukan berbagai upaya membangun komunikasi dengan rekan bisnis PT Ombas Alfath Gemilang.

Yakni sebagai pemegang kuasa (pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvensi). Termasuk, kata Febry, memberikan solusi untuk menyelesaikan kewajibannya, namun tetap tidak menjalankan kewajiban tersebut.

Berita Terkait:  Poskogasgabpad Serah Terima Huntap Risha dengan Pemda KLU

“Sikap dari pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvensi selaku rekan bisnis dari klien kami, tidak mengindahkan segala upaya dan itikad baik, termasuk segala bentuk teguran lisan dan tulisan yang disampaikan,” ungkapnya.

“Maka dapat disimpulkan pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvensi tidak menghormati seluruh perjanjian yang disepakati,” tegas Febry lagi.

Berangkat dari itu, lebih lanjut disampaikan Febry, dengan berat hati, pihaknya dalam hal ini Direktur PT Ombas Alfath Gemilang melanjutkan proses mengajukan gugatan hukum wanprestasi kepada rekan bisnisnya melalui Pengadilan Negeri Sumbawa Besar.

“Jadi gugatan itu tujuannya untuk melindungi kelangsungan usaha dan kewajiban PT Ombas Alfath Gemilang. Dan gugatan wanprestasi tersebut telah dikabulkan untuk seluruhnya oleh PN Sumbawa Besar,” kata Febry.

“Bahkan dikuatkan oleh putusan pengadilan tingkat banding, yaitu Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat,” demikian tambah pengacara muda yang namanya kini sedang naik daun tersebut.

Sebelumnya, Helmi Omar Basumbul selaku terbanding, semula penggugat konvensi/tergugat rekonveksi adalah sebagai Direktur PT Ombas Alfath Gemilang.

Berita Terkait:  Polres Sumbawa Amankan Ribuan Duz Miras Ilegal!

Ini sebagaimana disebutkan dalam Akta perjanjian kerjasama nomor 22, tanggal 21 Desember 2019 dan selaku pemberi kuasa berdasarkan Akta Nomor 23, tanggal 21 Desember 2019.

Sementara rekan bisnisnya selaku pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvensi adalah sebagai pemegang kuasa dari PT Ombas Alfath Gemilang.

Yakni sebagaimana yang tersebut dalam Kuasa Direktur Nomor 23, tanggal 21 Desember 2019. “Dengan demikian sehingga rekan bisnis saya yang berkedudukan sebagai pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvens yaitu hanya mewakili saya selaku Direktur PT Ombas Alfath Gemilang,” katanya.

“Yaitu berupa pekerjaan usaha agen LPG 3 Kg (tiga kilogram) sebagaimana yang tersebut dalam Akta Nomor 23, tanggal 21 Desember 2019. Pada tahun pertama, kerjasama antara Direktur PT Ombas Alfath Gemilang berjalan lancar,” ungkapnya.

“Tapi sejak akhir 2020, rekan bisnis saya selaku pemegang kuasa yang berkedudukan sebagai pembanding, semula tergugat konvensi/penggugat rekonvensi melakukan kelalaian dalam menyelesaikan kewajibannya atau wanprestasi,” tambah Direktur PT Ombas Alfath Gemilang tersebut.

Berita Terkait:  Polisi Ringkus Dua Pelaku Begal di Lombok Tengah

Untuk diketahui, PT Ombas Alfath Gemilang terus berupaya mencari solusi atas wanprestasi yang dilakukan oleh rekan bisnisnya. Pada Selasa (6/7) lalu Pengadilan Tinggi NTB kembali memenangkan perusahan tersebut.

Dimana rekan bisnisnya dahulu sebagai Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi telah mengajukan upaya hukum banding atas Putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 34/Pdt.G/2020/PN Sbw, tanggal 20 April 2021.

Pada Putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 34/Pdt.G/2020/PN Sbw, tanggal 20 April 2021, dalam Amar Putusannya, yang pada pokoknya menyatakan, mengabulkan gugatan Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi untuk seluruhnya.

Yaitu membatalkan Surat Kuasa Direktur Nomor 23, tanggal 21 Desember 2019; membatalkan Akta Perjanjian Kerja Sama Nomor 22, tanggal 21 Desember 2019; menyatakan Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi (Ingkar Janji).

Kemudian Putusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi NTB (Putusan Banding) Nomor : 121/PDT/2021/PT MTR, tanggal 6 Juli 2021, yang Amar Putusannya pada pokoknya menyatakan, menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 34/Pdt.G/2020/PN Sbw, tanggal 20 April 2021, yang dimohonkan banding. (red)