Beranda HUKRIM Dalami Kasus PNPM Badas, Sejumlah Saksi Kembali Diperiksa

Dalami Kasus PNPM Badas, Sejumlah Saksi Kembali Diperiksa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kejaksaan Negeri Sumbawa kembali memanggil sejumlah saksi dalam penyidikan kasus dugaan penyimpangan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) di Kecamatan Labuhan Badas tahun 2014 lalu.

Dari belasan saksi yang akan dimintai keterangan, empat diantaranya sudah memenuhi panggilan pada pekan lalu.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa SH mengatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus PNPM Badas. Yakni dengan kembali memanggil dan memintai keterangan para saksi.

Pada pekan lalu, dari sembilan saksi yang diagendakan untuk diperiksa, hanya empat orang saja yang memenuhi panggilan. Diantaranya Camat dan Kades setempat, mantan pejabat Dinas BPMPD Provinsi NTB yang menangani PNPM dan masyarakat atau anggota kelompok PNPM.

Berita Terkait:  Disdukcapil Bakal Lakukan Pemeriksaan Biometrik bagi Wabin Lapas

“Kasus PNPM Badas sudah pemanggilan saksi, dihadiri 4 orang saksi dan sudah kita periksa. Selanjutnya masih ada beberpa saksi yang akan kita panggil lagi berkaitan dengan PNPM Labuhan Badas untuk memperterang dan memperjelas, untuk kita menemukan alat bukti yang ada,” ujarnya kepadaw wartawan, Senin (8/4).

Diungkapkan Reza-akrab Kasi Pidsus disapa, masih ada sekitar 10 saksi lagi yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Ditambah dengan dipanggilnya kembali kelima saksi yang sebelumnya mangkir.

“Dalam minggu ini pun sebenarnya sudah ada yang kita panggil juga, tapi kita masih menunggu kehadirannya. Sekitar 15 saksi, termasuk dengan lima orang yang sebelumnya tidak memenuhi panggilan,” terangnya.

Berita Terkait:  Tahun Ini, Tercatat 40 Kasus Persetubuhan Terhadap Anak

“Saksi untuk di PNPM ini kan banyak, karena terkait dengan kelompok juga dan seluruh yang terkait dengan kegiatan PNPM ini juga kita akan ambil keterangan, bisa kita tuntaskan dengan cepat. Supaya kita bisa tingkatkan statusnya,” tambahnya.

Dengan masuknya kasus PNPM Badas dalam penyidikan, jelas Reza, menyatakan bahwa kasus tersebut sudah memiliki bukti permulaan tindak pidana. Sehingga pihaknya akan memulai mencari, menemukan serta mengumpulkan barang bukti.

“Dan sekarang ini terhadap saksi berkaitan dengan keterangannya termasuk alat bukti. Kemudian dengan minimal dua alat bukti yang kita tetapkan baru bisa kita tentukan terkait dengan tersangkanya,” tukasnya.

Berita Terkait:  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Aik Nyet Tampilkan 12 Adegan

Sejauh ini, kendala yang dihadapi oleh pihaknya yaitu sudah tidak adanya beberapa pejabat terkait PNPM.

Untuk itu pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah instasni dan pihak terkait, seperti Pemda, Kepolisian, Disdukcapil dan Pemerintah Desa. “Kami minta kepada saksi yang kita panggil supaya koporatif,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, kasus ini terjadi kurun waktu 2013 sampai 2014. Dalam program ini, dana PNPM senilai ratusan juta digelontorkan kepada 64 kelompok yang tersebar di tiga desa kecamatan setempat.

Menurut informasi, dana pinjaman kelompok yang disetorkan kepada pengelola PNPM dengan cara mencicil diduga tidak disetorkan ke kas umum PNPM. (NM3)