Beranda HUKRIM Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Petani di Lotim Diringkus Polisi

Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Petani di Lotim Diringkus Polisi

BERBAGI
Keterang foto : ilustrasi (Ist)

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TIMUR — Waspadalah predator anak masih mengintai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Seperti hal yang terjadi belum lama ini di Lombok Timur.

Ahad (6/10) Polres Lombok Timur meringkus pelaku pencabulan anak di bawah umur. Kali ini pria berinisial BR, (38) seorang petani. Warga Dusun Kuang Datuk, Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama SIK mengungkapkan, Sabtu (5/10) Yuliana (28) warga Desa Selebung, Lombok Timur melaporkan kejadian yang menimpa adik perempuannya M (8).

Berita Terkait:  Hadapi Pemilu, Pangdam Tekankan Netralitas dan Soliditas TNI/Polri

“Ia melaporkan adiknya telah menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual dan perbuatan cabul,” ujar Purnama.

Awalnya, Yuliana curiga dengan kondisi sang adik yang mengeluh sakit saat buang air kecil. Kemudian ia memanggil anaknya, inisial O (6), untuk menanyakan kondisi M.

“Dari keterangan anaknya tersebut diketahui tersangka BR telah memasukkan jarinya ke dalam alat kelamin M,” tutur Purnama.

Selanjutnya, pelapor memanggil korban dan menanyakan apa yang terjadi. Dari keterangan korban, BR telah memasukkan jari tangan kanan ke dalam kelaminnya sebanyak dua kali.

Berita Terkait:  Operasi Pora 2019, Imigrasi Sasar WNA

“Kemudian korban digendong dan pada saat itu tersangka memasukkan alat kelaminnya ke dalam kelamin korban,” beber purnama.

Mendengar cerita M tersebut Yuliana merasa keberatan dan langsung melapor ke SPKT Polres Lotim.

Mendapat laporan dari kakak korban Unit PPA Satreskrim Polres Lotim membawa M ke rumah sakit untuk divisum.

Dari hasil visum tersebut petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku BR di rumahnya.

“Ia benar, BR yang juga merupakan suami kedua dari pelapor sudah kami amankan. Korban juga sudah kami visum untuk kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Ditawari HP Murah, Wartawan Mataram Diduga Jadi Korban Penipuan Online

“BR akan dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002,Tentang Perlindungan Anak,” demikian Kabid Humas Polda NTB. (red)