Beranda HUKRIM BNN NTB Ungkap Peredaran Sabu dalam Bungkusan Permen

BNN NTB Ungkap Peredaran Sabu dalam Bungkusan Permen

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB berhasil mengamankan 3 orang perempuan yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba, pada Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 15.00 Wita. Dari ketiga terduga ini ditemukan sekitar 494,64 gram sabu dengan taksiran harga mencapai Rp 900 Juta.

Adapum ketiga terduga masing-masing berinsial BE (52), warga Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, YM (48) warga Lingkungan Kota Baru, Dompu dan ER (47) warga Kekalik, Mataram. Sementara barang bukti yang diduga Narkotika golongan 1 jenis shabu berada di dalam 35 bungkus plastik permen wafer coklat yang didalamnya terdapat plastik bening berisikan 239,89 gram sabhu, 3 bungkus plastik bening berisikan 251,31 gram sabhu dan 2 bungkus plastik bening berisikan 3,26 gram sabhu, serta 4 unit handphone.

Selasa (4/8), Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra membenarkan hal tersebut. Dikatakan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat dan telah mengamankan BE yang telah mengambil satu paket kiriman dari Batam di salah satu Jasa Ekspedisi wilayah kota Mataram, Senin (27/7) sekitar pukul 16.30 Wita.

Berita Terkait:  Warga Terdampak Gempa Diharapkan Lebih Aktif Benahi Kediamannya

Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap paketan tersebut, ditemukan 35 bungkus plastik permen coklat bening berisi narkotika jenis shabu. Hasil interogasi, yang bersangkutan mengambil paketan tersebut atas perintah seseorang.

Selanjutnya bertempat di rumah BE, di Jalan Merdeka, Pagesangan, Mataram sekitar pukul 17.00 Wita, dengan menggunakan teknik penyidikan control delivery tim menunggu penyuruh penerima paket untuk mengambil paketan tersebut. Namun hingga malam hari tidak ada yang datang mengambil.

Pada keesokan harinya, tepatnya Selasa (28/7) diterima informasi terkait seseorang yang menyuruh BE mengambil paket dimaksud. Tanpa menunggu waktu lama, tim langsung melakukan penangkapan terhadap terduga YM di salah satu Hotel di Wilayah Cakranegara. Berdasarkan hasil interogasi diakui YM memang benar dia lah yang mengirim paketan dari Batam dan menyuruh BE mengambil paket tersebut.

Berita Terkait:  Heboh di Mapin Kebak, Mertua Tebas Menantu dengan Parang

Selain itu, berdasarkan keterangan YM masih ada juga paket lainnya yang berisi Narkotika jenis shabu sekitar 250 gram. Paket sabhu ini sudah diambil sebelumnya dengan cara menyuruh terduga ER kemudian dikirim ke Dompu melalui agen Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Mengetahui hal itu, tim bergerak menuju kantor Agen Bus AKDP dan setibanya di kantor Agen Bus didapatkan keterangan paketan telah dikirim menuju dompu menggunakan bus penumpang dan posisinya dalam perjalanan di Lombok Timur.

Kemudian pada pukul 11.30 wita Tim berhasil menghentikan Bus di jalan raya Pelabuhan Kayangan, dan kemudian melakukan penggeledahan terhadap bagasi barang yang disaksikan oleh YMbdan supir bus. Didapatkan paketan berisi 3 buah paket plastik dengan berat bruto sekitar 250 gram.

“Pelaku melanggar pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Saat ini pelaku dan barang bukti berada di kantor BNNP Provinsi NTB. Bila diuangkan barang bukti Shabu tersebut senilai Rp. 900 Juta (Harga 1,8 Juta per gram) dan apabila diasumsikan 1 gram shabu dikonsumsi oleh 12 orang (penyalahguna coba pakai), maka dengan pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 6.000 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Berita Terkait:  Ribuan Umat Muslim NTB Gelar Aksi Bela Kalimat Tauhid

Diharapkannya, meskipun saat ini semua pihak berkonsentrasi untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, BNN dan Jajaran akan tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika. Karena terbukti para bandar memanfaatkan situasi ini dengan melakukan transaksi narkoba.

“Kesempatan ini juga saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasai penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotiika di lingkungan masing-masing. Kepada seluruh kalangan masyarakat yang menerima kiriman paket yang tidak jelas asal-usulnya agar segera menghubungi atau melaporkan ke aparat terdekat baik kepada Kepolisian maupun aparat terkait lainya,” imbuhnya. (red)