Beranda HUKRIM 12 Saksi Diperiksa, Penyelidikan Korban Mutilasi Libatkan Jatanras Polda NTB

12 Saksi Diperiksa, Penyelidikan Korban Mutilasi Libatkan Jatanras Polda NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Guna mengungkap kasus pembunuhan dan mutilasi yang menimpa korban Siti Aminah (44), Jajaran Satreskrim Polres Sumbawa terus melakukan olah TKP.

Pada Ahad pagi (5/1) tadi, tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH mendatangi lokasi kejadian atau tempat ditemukannya korban yaitu, rumah kontrakan korban di Lingkungan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

“Kita sedang berada di lokasi, di TKP. Jadi tidak henti-hentinya kami berulang-ulang untuk melakukan pengolahan TKP untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk yang mungkin bisa kita dapatkan di TKP,” ujarnya, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Faisal Afrihadi kepada wartawan.

“Di TKP ada barang-barang yang kita jadikan itu adalah barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana. Seperti kulkas kemudian senjata tajam yang kita temukan di TKP. Kemungkinan barang-barang lain yang kita duga ada kaitannya dengan tindak pidana, yang kita pastikan itu merupakan petunjuk, yang bisa dapat membantu kita dalam mengungkap perkara ini,” tambahnya usai melakukan olah TKP.

Dalam penyelidikan maupun penyidikan terhadap kasus ini, ungkap Faisal, pihaknya juga melibatkan bantuan dari Jatanras Polda NTB. Nantinya tim akan membantu dalam hal menganalisa maupun evaluasi, untuk dilakukannya asistensi terhadap langkah-langkah yang sudah dilakukan.

“Dari Jatanras Polda juga turun membantu kami untuk melakukan bantuan penyelidikan. Kemudian asistensi terhadap langkah-langkah yang sudah kami lakukan,” katanya.

Diterangkannya, sejauh ini sudah ada 12 saksi yang diperiksa. Untuk jenazah korban sudah dilakukan otopsi. Namun demikian, hingga saat ini polisi masih belum menemukan titik terang.

“Saksi yang sudah kami periksa sejauh ini 11 dan ini yang ke 12 yang sedang kami periksa di kantor. Nanti pasti akan kita sampaikan ketika kasus ini sudah mendapatkan titik terang kita pasti akan menyampaikan. Untuk sementara kami belum mendapatkan informasi lain dari TKP lain. Tapi tetap kami melakukan pengembangan untuk mendalami,” demikian Kasat. (red)