Beranda HEADLINE Waspada Virus Corona, Gubernur Layangkan SE ke Bupati/Walikota Se-NTB

Waspada Virus Corona, Gubernur Layangkan SE ke Bupati/Walikota Se-NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Virus Corona yang terjadi di China cukup menjadi perhatian dunia. Begitupun Indonesia umumnya dan daerah-daerah lainnya, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Karo Humaspro Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy.

Sebagai upaya dalam mengantisipasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan terkait penyenarab virus itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah telah mengeluarkan surat edaran (SE).

SE dengan nomor 443/43/Kesra tertanggal 27 Januari 2020 dilayangkan ke Bupati dan Walikota di seluruh Nusa Tenggara Barat. Gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy membenarkan adanya SE tersebut.

“Iya benar, SE itu ditujukan untuk semua kepala daerah dilingkup nusa tebggara barat,” ujarnya kepada media ini, Kamis (30/01) di Mataram.

Pria asli kelahiran Sumbawa Barat itu mengungkapkan isi dari SE Gubernur tersebut. Yaitu fokus akan kewaspadaan penyebaran virus corona.

Berita Terkait:  NTB Gagas LPT Berkonsep Agroeduwisata

Dengan adanya penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau disebut (2019-mCov) dibeberapa negara yang awalnya dari China, maka dihimbau kepada pihak terkait.

Pertama kata Karo Humas, sebagai bentuk kewaspadaan munculnya virus corona, masyarakat NTB diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan dengan melakukan prilaku hidup bersih serta sehat.

Yaitu mencuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan berimbang, melakukan aktifitas fisik, istirahat yang cukup dan menggunakan masker. “Jika mengalami demam, batuk, susah bernafas segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutur pria yang kerap disapa Bang Najam ini mengutip isi SE tersebut.

Berita Terkait:  Terima Ribuan Massa Aksi, Nanang Dukung Dicabutnya UU Omnibus Law

Kedua masih kata dia, menyadari penyebaran virus corona di China merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi. Untuk itu, diminta kepada hotel/penyedia akomodasi di NTB, agar tidak mengenakan biaya pembatalan (Cancellation Fee) terhadap agen perjalanan/wisatawan China yang membatalkan kedatangannya karena alasan penyebaran penyakit tersebut.

“Poin ketiganya, adalah bagi agen perjalanan/wisatawan China yang sudah membayar down payment kepada hotel/penyedia akomodasi, dapat menggunakan down payment dimaksud untuk kunjungan yang akan datang,” ucap mantan Sekretaris Komisi Informasi (KI) NTB itu.

Selanjutnya masih kata Bang Najam, untuk point keempat, diminta kepada semua pihak agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTB, sebelum membuat pernyataan-pernyataan terkait dengan pasien-pasien yang menunjukkan tanda-tanda demam.

Berita Terkait:  Tinjau KEK Mandalika, Menpar : MotoGP 2021 Bakal Jadi Event Terbaik yang Pernah Ada

“Jadi intinya, itu dimaksudkan guna menghindari berita yang kurang tepat, sehingga menimbulkan keresahan dan merugikan NTB sebagai destinasi pariwisata,” terangnya.

“Nah, untuk poin yang terakhir, jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi posko kewaspadaan virus corona dengan kontak 081 805 787 239, 081 246 8637, 081 237 85 657 atau 085 338 499 101,” demikian Najamuddin Amy.

Untuk diketahui, surat edaran tersebut telah ditandatangani langsung oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah serta ditandai dengan stempel basah. Kemudian ditembusan kepada Wakil Gubernur NTB, Ketua DPRD NTB, Ketua DPRD Kabupaten/Kota SeNTB sekaligus Forkopimda NTB. (red)