Beranda HEADLINE Waspada! Lagi, Nama Kasat Reskrim Polres Sumbawa Dicatut

Waspada! Lagi, Nama Kasat Reskrim Polres Sumbawa Dicatut

BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Faisal Afrihadi SH

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Setelah dalam kasus illegal fishing nama Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Faisal Afrihadi SH dicatut oleh pelaku penipuan. Kali ini, modus pencatutan serupa kembali terjadi pada kasus dugaan penjualan benih jagung bantuan pemerintah yang diungkap pada Senin (2/12) lalu.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Faisal Afrihadi SH yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya percobaan aksi penipuan tersebut. Dikatakan, modus pelaku yaitu dengan menelpon pihak keluarga dan meminta sejumlah uang kemudian menjanjikan terduga akan dibebaskan. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum penipu dimaksud.

Berita Terkait:  Gubernur NTB : Qianjiang New City Jadi Rujukan Konsep Perencanaan Pembangunan Kota

Diakuinya, pencatutan nama atas dirinya bukan sekali ini saja. Bahkan sudah sering kali, sejak ia masih menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Sumbawa.

“Ini bukan kali ini saja, dulu saat saya masih menjadi Kasat Narkoba banyak orang yang keluarganya masuk sebagai tersangka atau ada orang yang kita amankan atau kita tangkap itu selalu ada yang mencatut nama Kasat Narkoba, Kapolres untuk dengan tujuan dengan meminta sejumlah uang. Modusnya dengan iming-iming nanti akan dikeluarkan,” ujarnya, Rabu (4/12).

Berita Terkait:  Do'a dan Cinta untuk Papua dari NTB

Dijelaskannya, kedua terduga dalam kasus dugaan pejualan benih jagung bantuan pemerintah memang sudah dipulangkan. Namun mereka tetap dikenakan wajib lapor, sembari pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Masih penyelidikan, kedua terduga sudah dipulangkan, tapi wajib lapor sambil kita mencari tau sumbernya dari mana. Karena berdasarkan dari hasil yang kita dapatkan peruntukannya bukan untuk Sumbawa. Tapi daerah lain,” ungkapnya.

Terhadap adanya aksi penipuan ini, masyarakat dihimbau untuk tidak cepat percaya dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Berita Terkait:  Heboh, Sebuah Mobil Masuk Jurang di Jalur Pusuk

“Himbauan kita kepada masyarakat, terkait kasus apapun kasus hukum yang menjerat keluarganya tidak usah percaya adanya polisi atau aparat penegak hokum yang meminta sejumlah uang melalui telepon maupun mengatasnamakan, agar proses hukumnya tidak dilanjutkan. Itu bohong. Itu oknum pelaku kejahatan. Karena dalam penegakan hukum, kita tetap professional. Kalau  terbukti kita lanjutkan, kalau tidak kita hentikan,” tutup Kasat. (red)