Beranda HEADLINE Usai Andis, Giliran Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis Akan Dipolisikan, Kusnaini : Masih...

Usai Andis, Giliran Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis Akan Dipolisikan, Kusnaini : Masih Ada Lagi!

BERBAGI
Keterangan Foto : Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi, Kusnaini, SH (kiri), Ketua Tim Relawan Jarot-Mokhlis, Andi Rusni (tengah), dan Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis, Irwan Rahadi (kanan). (Ist)

SUMBAWA — Satu persatu nama-nama orang dari kubu Tim Jarot-Mokhlis mencuat dan masuk dalam list Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. Setelah Andi Rusni atau pria yang kerap dipanggil Andis, kini nama Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis yaitu Iwan Rahadi juga bakal di Polisikan.

“Selain Andi Rusni, Iwan Rahadi juga (akan dilaporkan ke kepolisian) yang tak lain adalah Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis,” ungkap Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi, Kusnaini, SH, Sabtu (9/1). “Pelaporannya atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Ikhwan Anshori oleh Irwan Rahadi yang terjadi beberapa waktu lalu pada saat di Bawaslu,” imbuhnya.

Menurutnya, Irwan Rahadi telah diduga menuduh Ikhwan Anshori menerima sebuah Wireless. Dimana pernyataan tersebut disampaikan Iwan Rahadi pada saat pelaporan di Bawaslu. “Nah, sementara yang bersangkutan tidak pernah menerima (Wireless),” kata pengacara muda yang namanya sedang naik daun tersebut.

Ditegaskan Kusnaini, saat ini pihaknya terus menghimpun dan memantapkan segala data-data atau bukti lainnya. Bahkan, selain kedua nama tersebut, pihaknya menyatakan akan melaporkan sejumlah nama lainnya lagi dari tim Jarot-Mokhlis. “Sedang kita kumpul dan mantapkan semua (data-data untuk pelaporan ke kepolisian),” ucapnya santai. “Selain Pak Andi Rusni dan Irwan Rahadi, juga akan ada yang lainnya akan kami laporkan. Intinya, masih ada lagi (menyusul nama lainnya),” kata Kus.

Disinggung apakah ini hanya gertakkan saja? Kus menegaskan, silahkan sejumlah pihak beranggapan bahwa pelaporan ke kepolisian ini sebuah gertakkan. Karena pada dasarnya, kata dia, semua orang berhak berasumsi. Meski demikian, ia dengan mantap menegaskan, bahwa ini hanya persoalan waktu. Terlebih saat ini pihaknya terus menghimpun data dan lain sebagainya. Termasuk nama-nama lainnya.

Berita Terkait:  DPRD NTB Tetap Lakukan Reses Ditengah COVID-19

“Ya silahkan (dianggap gertakkan). Tinggal tunggu saja nanti, karena semuanya akan kita laporkan sekaligus. Data-datanya sudah kami kantongi semua, tinggal dimantapkan saja,” kata Kusnaini. “Segera akan kita laporkan secara bersamaan. Intinya, masih ada (nama-nama) yang lainnya juga, dan sedang kita mantapkan lagi,” demikian ia menambahkan.

ANDI RUSNI : SILAHKAN, SAH-SAH SAJA

Terpisah, Ketua Tim Relawan Jarot-Mokhlis, Andi Rusni yang dimintai tanggapannya soal adanya rencana pelaporan Tim Hukum Mo-Novi, ke kepolisian disambut baik olehnya.

“Terkait dengan upaya yang ingin dilakukan oleh Tim Hukum Mo-Novi, saya fikir sah-sah saja, silahkan. Bagi saya, negara ini adalah negara hukum, setiap orang yang merasa dirugikan baik secara moril maupun materil, maka oleh undang-undang diberikan kesempatan untuk menempuh mekanisme yang ada sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Meski demikian, Andis menegaskan, bahwa ia tetap pada pandangannya, yakni dia tidak pernah merasa merugikan atau mencemarkan nama baik pihak manapun.

“Saya sendiri tetap pada pandangan saya bahwa saya tidak merasa merugikan siapapun atau mencemarkan nama baik siapapun. Namun kalau pun ada pihak yang merasa dirugikan, maka silahkan lakukan apa yang ingin dilakukan berdasarkan mekanisme tadi,” katanya.

“Saya tidak akan lari atau mundur. Sebagai warga negara yang baik, saya akan kooperatif bahkan jika saya dinyatakan bersalah oleh hukum, saya siap menjalani proses hukum tersebut secara lahir dan bathin. Mungkin ini adalah jalan yang Allah telah takdirkan untuk hidup saya,” imbuh Andis.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2020

Namun sebelum hal itu dapat diwujudkan oleh Tim Hukum Mo-Novi, lebih lanjut dikatakannya, pihaknya akan tetap melakukan pembelaan diri. “Saya akan melakukan pembelaan atau perlawanan, sebab ini menyangkut kehormatan dan harga diri saya dan keluarga saya. Sekali lagi, lakukan saja upaya itu, saya tidak akan melarang krn itu hak setiap orang,” tutup Andi Rusni.

IRWAN ENGGAN BERKOMENTAR

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Jarot-Mokhlis, Irwan Rahadi yang dimintai tanggapannya melalui WhatsApp (WA), nampaknya memilih enggan untuk berkomentar. Hingga berita ini termuat, Irwan Rahadi yang tak lain adalah Ketua Partai Gerindra Sumbawa belum memberikan tanggapannya.

DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah akun di sosial media facebook yang bernama “Andi Rusni” bakal berurusan dengan pihak kepolisian. Ini akibat dari postingan atau status yang diunggahnya. Postingan akun tersebut dinilai telah merugikan sejumlah pihak. Terutama, dugaan pencemaran nama baik.

Dalam postingan Andi Rusni yang tak lain adalah Ketua Tim Relawan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa dari nomor urut 5 Jarot-Mokhlis itu dinilai telah menuduh sejumlah saksi Paslon Bupati/Wakil Bupati Sumbawa nomor 4 Haji Mo-Novi asal Desa Jotang, Kecamatan Empang tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, akun tersebut telah mengunggah sebuah status atau postingan yang menyatakan bahwa saksi dari paslon nomor 4 telah memberikan keterangan palsu di depan persidangan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB.

Berita Terkait:  Selamat, NTB Raih Penghargaan SAKIP dari Menpan–RB

Terkait hal itu, Ketua Tim Advokasi dan Hukum Haji Mo-Novi menyatakan akan menempuh upaya hukum. Yaitu dengan melaporkan Andi Rusni yang tak lain adalah Ketua Tim Relawan Jarot-Mokhlis di Kepolisian.

“Saya selaku Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi akan melakukan upaya hukum. Melaporkan akun (facebook) atas nama Andi Rusni ini ke pihak kepolisian,” ujarnya, Kamis (7/1) lalu.

Kusnaini mengungkapkan, akibat dari sebuah postingan Andi Rusni. Sejumlah saksi paslon nomor 4 itu mengaku kepadanya merasa dirugikan. Selain itu pula, mereka merasa terancam, dicemohkan, diintimidasi bahkan nama baiknya dicemarkan oleh akun facebook tersebut.

“Ada tiga saksi yang kita hadirkan dari Desa Jotang, Kecamatan Empang. Akibat dari postingan ini saksi-saksi merasa nama baiknya dicemarkan. Mereka juga merasa terancam. Termasuk juga keluarga-keluarga mereka beranggapan seakan-akan mereka ini telah memberikan keterangan palsu (Dipersidangan Bawaslu NTB), sehingga mereka di cemohkan dan di intimidasi oleh sejumlah pihak,” jelasnya.

Kusnaini mengaku cukup menyayang atas sikap yang ditunjukkan oleh Ketua Tim Relawan Jarot-Mokhlis tersebut. Meski demikian, secara mantap ia menegaskan, bahwa saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data-data sebagai bahan pelaporan untuk segera ditindaklanjuti ke pihak kepolisian.

“Andi Rusni ini adalah Ketua Tim Relawan Jarot-Mokhlis. Secepatnya (dilaporkan), saat ini kami sedang mengumpulkan dan menyiapkan semua data-data terkait ini,” pungkasnya. (red)