Beranda HEADLINE Tiga Anggota Diduga Terpapar COVID19, Kantor DPRD NTB Dilockdown

Tiga Anggota Diduga Terpapar COVID19, Kantor DPRD NTB Dilockdown

BERBAGI
Sekretaris DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Mahdi. (NM)

MATARAM — Kantor DPRD Provinsi NTB nampak sepi. Diduga tiga anggota dewan di Udayana terpapar COVID19. Akibat hal itu, kantor DPRD NTB berujung harus di tutup atau dilockdown beberapa hari kedepan.

Terpaparnya tiga anggota dewan ini, diduga terjadi pada saat melakukan kunjungan baik dalam maupun luar daerah dalam menghadiri berbagai kegiatan.

“Ada tiga diantaranya teman-teman anggota dewan yang dirawat di rumah sakit,” ungkap Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi kepada awak media, kemarin.

Menurut dia, seluruh anggota DPRD NTB telah rutin telah menjalani tes usap sejak Senin (4/1) lalu. Selain itu, lingkungan Kantor DPRD juga sudah mulai dilakukan penyemprotam disinfektan beberapa hari sebelumnya.

Berita Terkait:  Peserta Sail Indonesia Belanja Poteng di Desa Pernek

“Insya Allah, penyemprotan ruangan akan kita lakukan. Termasuk tadi (kemarin) harusnya agendanya sidang paripurna DPRD NTB tapi kita tunda untuk menjaga keselamatan para anggota DPRD,” ujar Mori.

Politisi Partai Gerindra itu berharap, selain anggota dewan, seluruh pegawai Sekretariat juga menjalani tes usap. Dia ingin memastikan seluruh komponen legislatif dan sekretariat dalam kondisi sehat.

“Kita harapkan seluruh anggota dewan swab, temen-temen di sekretariat juga, agar memastikan semua dalam kondisi sehat,” harap Mori.

“Kalau kebijakan sampai WFH (Work From Home) kita belum sampai kesana. Karena, untuk agenda tetep akan berjalan seperti biasanya. Tapi, memang ada beberapa pembatasan yang kita perketat untuk para tamu yang ke gedung DPRD. Yakni, beberapa saja yang akan dipekenankan masuk,” demikian Mori Hanafi.

Berita Terkait:  Warga Empang dan Pelampang Meninggal Didalam Lubang Emas

Sementara itu, H Mahdi selaku Sekretaris DPRD NTB yang dikonfirmasi pada Kamis (7/1) juga membenarkan adanya hal tersebut. Kendati demikian, berdasarkan pantauannya, sejumlah anggota yang diduga terpapar COVID19 itu kondisinya mulai membaik.

Tanpa menyebutkan nama maupun inisial mereka yang terpapar, sejumlah anggota dewan kini sedang menjalani isolasi mandiri. Disisi lain, Mahdi juga menegaskan, bahwa untuk beberapa kedepan Kantor DPRD NTB harus ditutup.

“Kantor DPRD NTB di lockdown selama 3 hari. Mulai hari Selasa sampai dengan Kamis hari ini dalam upaya mencegah penularan virus COVID19. Karena ada indikasi anggota DPRD NTB yang positif COVID19. Namun dari hasil pemantauan dari anggota yang terindikasi tersebut sudah sehat dan sembuh. Namun masih melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Berita Terkait:  Hasil Quick Count Dua Lembaga Survei, Nomor 4 Unggul! Novi : "Terimakasih Masyarakat Sumbawa, Insya Allah Sumbawa Gemilang"

Bahkan sejak Selasa-Kamis hari ini,
Kantor DPRD NTB telah dilakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan tersebut, kata Mahdi, sebagai upaya dalam memutus rantai penyebaran COVID19.

“Hari Selasa dan Kamis kantor DPRD NTB dilakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus rantai penyebaran. Mulai besok, hari Jum’at seluruh agenda DPRD NTB berjalan normal kembali,” tutup Sekwan. (red)