Beranda HEADLINE Soroti Kunker ke LN, HMI “Duduki” Ruang Sidang DPRD NTB

Soroti Kunker ke LN, HMI “Duduki” Ruang Sidang DPRD NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mataram menggedor kantor DPRD NTB, Selasa (6/8). HMI menyoroti kunjungan kerja (kunker) Puluhan anggota DPRD ke benua Eropa dan Australia 3 agustus lalu, yang menghabiskan Rp 3,5 miliar APBD.

Kordinator lapangan Abdul Jamil, SH menuturkan bahwasanya kunker DPRD NTB melukai perasaan warga korban gempa lombok dan Sumbawa. DPRD harusnya pandai mengukur opini publik.

“Dimedia massa, kritik datang silih berganti diberbagai elemen masyarakat. Namun tak digubris. Mereka berleha-leha diatas luka dan penderitaan rakyat,” teriak Jamil dalam orasinya.

Berita Terkait:  SMSI Sumbawa Minta ASN Netral di Pilkada 2020

Kabid PTKP HMI Mataram menyesalkan, kualitas DPRD NTB yang dipilih rakyat dengan anggaran rakyat justru jadi penghisap uang rakyat.

“Hadiah untuk rakyat, sebelum menutup pengabdian 30 September mendatang, iyalah menghamburkan uang rakyat,” sindirnya.

Sementara Ketua umum HMI cabang Mataram Andi Kurniawan, SH dalam orasinya mengutarakan bahwa DPRD NTB melakukan kunker disaat perekonomian dan rumah-rumah warga lombok runtuh paska gempa.

Terlebih saat ini IPM NTB Rendah, Kemiskinan akut, krisis air terjadi dimana-mana, dan potensi kerusakan lingkungan di Sumbawa terbuka sangatlah lebar.

Berita Terkait:  Isak Tangis Pecah Sambut Jenazah Praka Anumerta Sirwandi

Menurut Andi, nomenklatur kunker seyogyianya dirubah. Dimana kesulitannya? penolakan rakyat harusnya diperhatikan secara seksama.

Membatalkan kunker yang bukan hanya melukai perasaan rakyat, tapi juga menghisap uang rakyat. “DPRD NTB, menghina kepercayaan rakyat NTB,” tegasnya.

Setelah puas berorasi, membacakan puisi, puluhan kader HMI pun menduduki ruang sidang utama DPRD NTB.

Sekitar pukul 11.30 rombongan HMI mengambil alih ruang sidang. “Hari ini kita menduduki kantor DPRD, kemana wajah perwakilan kita,” ujar Andi.

Berita Terkait:  Selamat, NTB Raih Penghargaan SAKIP dari Menpan–RB

Andi pun menambahkan bahwa Pimpinan DPRD Baiq Isvi Rupaeda bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Untuk itu, Andi meminta kepada kepada pihak dewan agar mengembalikan uang rakyat dengan kisaran Rp 3,5 miliar sebagai anggaran kunker ke luar negeri tersebut. (NM1)