Beranda HEADLINE Soal Tudingan Penelantaran Anak, Bupati Sumbawa Bakal Lapor Balik

Soal Tudingan Penelantaran Anak, Bupati Sumbawa Bakal Lapor Balik

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Seorang wanita berinisial RM telah melaporkan H M Husni Djibril ke Polda NTB pada Selasa (25/2). Haji Husni yang saat ini menjabat Bupati Sumbawa, dilaporkan atas tuduhan telah menelantarkan anak perempuan yang telah dilahirkan RM.

Terhadap hal itu, Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril memberikan klarifikasi dalam jumpa pers yang digelar Rabu (26/2) di ruang kerjanya. Ia membantah keras atas tudingan yang mengarah pada dirinya. Diungkapkan, kalau ini merupakan kisah lama yang terjadi sekitar tahun 1980-an. Diceritakan kalau saat itu wanita yang tidak diketahui jelas latar belakangnya tersebut mendatangi dirinya dan mengaku hamil, kemudian meminta sejumlah uang untuk menggugurkan kandungan.

“Saat itu saya lagi diatas motor, datanglah dia pinjam uang ke saya, saya tanya untuk apa, dijawab kalau dia sedang hamil, saya tanya hamil dengan siapa, katanya tidak usah tahu yang penting mau digugurkan. Saya bilang jangan, nanti masuk penjara, termasuk saya kalau pinjamkan uang akan tetap ikut masuk penjara. Saya bilang pelihara saja hamil mu itu, setelah lahir biar serahkan ke saya, saya yang pelihara,” ungkap Haji Husni.

Berita Terkait:  Capaian Rehab Rekon Gempa 2018 Sudah 96 Persen 

Menurutnya, kasus pelaporan ini juga pernah terjadi sekitar tahun 1989. Saat itu Ia dilaporkan ke Polres Sumbawa. “Singkat cerita, beberapa hari kemudian, tersebarlah bahwa ini (Ibu itu) hamil dengan Husni Djibril. Dikatakan kami pernah berhubungan di bawah jembatan, di rumah tetangga. Ketika saya dihadapkan kepada hukum, saya hadir bersama dokumen perjalanan saya bertemu sahabat di Jember. Sampai akhirnya dipanggil yang kedua, akhirnya dia tidak bisa buktikan, terutama yang lokasi tempat berbuat,” ujarnya.

“Karena menurut tanggal yang disebutkan itu bertepatan dengan tanggal saya lagi di hotel, saya datang ke Jember, ada perjalanan saya pakai bus. Itu akhirnya langsung ditutup (kasus itu), berhenti dipanggil,” tambah Bupati Husni sambil mengungkapkan kalau peristiwa ini juga pernah muncul sebelum dirinya menjadi Bupati.

Dirinya mengaku siap menghadapi laporan ini, dan menghormati proses hukum. “Saya akan hadapi ini (Laporan di Polda). Mau minta tes DNA akan saya lakukan. Bahkan kalau dia tidak minta, saya yang minta. Jadi saya melakukan perlawanan yang luar biasa. Langkah hukum ini dalam waktu segera,” tandasnya.

Berita Terkait:  Bendum PDIP Temui Bang Zul, Bahas Pilkada?

Bahkan menurutnya, DPP PDI Perjuangan yang mendapat informasi terkait laporan yang dituduhkan terhadap Husni Djibril pun tidak masuk akal. Karena kejadian ini sudah lama, dan baru diungkit saat ini, menjelang dirinya akan maju di Pilkada Sumbawa mendatang.

“DPP juga meyakinkan, kalau ini mustahil. Peristiwa 34 tahun lalu. Saya sudah jadi DPRD 5 periode, Bupati 1 periode, kok tidak ada riak-riak gini muncul dari dulu. Saya urus SKCK tidak ada gangguan, dan tidak pernah ada orang yang mengungkit-ungkit ini. Saya maju jadi Bupati (Periode pertama), tidak ada. Kok begitu masuk periode kedua, karena ada niat jahat orang, kok seperti ini,” katanya.

H. Husni menduga laporan itu ada kaitannya dengan masalah politik, menyusul dirinya dikabarkan akan maju lagi pada Pilkada Sumbawa sebagai incumben. “Faktanya sekarang ini, saya dilaporkan dengan peristiwa-peristiwa, ini merupakan imbas dari penolakan saya (Diminta untuk mundur dari pencalonan). Kenapa saya tahu, karena ini juga dilaporkan ke DPP. Dan saya tahu (Adanya laporan itu) dari DPP yang mengatakan. Saya sudah ditanya, fitnah saya katakan seperti itu,” tegasnya.

Berita Terkait:  Johan Minta Bulog Pastikan Stabilitas Harga di Tengah COVID-19

Selain itu, ia membenarkan adanya permintaan DPD PDI Perjuangan NTB agar dirinya membuat surat pernyataan mundur dari pencalonan pada Pilkada Sumbawa. Namun hal itu ditolaknya dengan tegas. Ia bersedia tidak maju, ketika itu diminta langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan – Megawati Soekarno Putri.

“Betul (Diminta mundur dari pencalonan). Tapi saya tidak mau mundur. Kalau soal sakit, manusia siapa yang tidak pernah sakit? Dan sakit itu ada obatnya. Untuk pencalonan, saya tidak lagi prioritaskan itu. Saya akan menyelesaikan tugas saya. Hanya satu saja yang bisa mengendalikan saya, Ibu Megawati mengatakan kamu maju dek, biar ada harimau besar akan saya tabrak. Kalau ibu mengatakan sudah cukup kamu, kamu berhasil, serahkan ke orang lain, siap saya lakukan. Tapi itu belum diucapkan,” pungkasnya. (red)