Beranda HEADLINE Selamat! Secara Beruntun, Pemprov NTB Raih WTP ke IX dari BPK

Selamat! Secara Beruntun, Pemprov NTB Raih WTP ke IX dari BPK

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Paripurna, Rabu pagi (20/5) tadi. Rapat itu di pimpin langsung oleh Ketua DPRD, Hj Baiq Isvie Rupaeda didampingi para Wakil Ketua lainnya.

Turut pula hadir Gubernur NTB, H Zullieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi, Forkopimda NTB, para anggota dewan lainnya. Kepala BPK Perwakilan NTB Hery Purwanto serta Anggota VI BPK Harry Azhar Azis dan Auditor Utama Keuangan Negara VI Dori Santosa melalui video conference.

Untuk diketahui, rapat paripurna DPRD NTB tetap dilaksanakan seperti biasa, yaitu dengan menerapkan standar atau protokol COVID-19. Adapun fokus agenda kali ini, yakni Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksan Keuangan (BPK).

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun Anggaran 2019, BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Provinsi NTB. Raihan opini WTP dari BPK ini merupakan yang ke sembilan (IX) kalinya secara berturut-turut.

Berita Terkait:  Mayat Diduga Korban Mutilasi Ditemukan di Sumbawa 

Dikesempatan itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dan pimpinan DPRD serta pihak lainnya.

“Terimakasih kepada seluruh anggota DPRD dan pimpinan yang dalam perjalanannya, sehingga capaian wajar tanpa pengecualian yang ke sembilan kali berturut-turut mampu dicapai oleh provinsi yang kita cintai ini,” kata Gubernur dalam sambutannya.

Ia juga berterimakasih kepada OPD yang telah menyusun laporan dengan baik dan BPK perwakilan Provinsi NTB yang telah memberikan pembinaan kepada pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan.

Disamping itu, ia meminta agar OPD tidak terlena dengan raihan yang luar biasa ini sehingga mengabaikan hal-hal yang dapat menurunkan predikat ini.

“Kadang saya khawatir, capaian opini WTP yang sudah kesembilan kali ini, kemudian kita agak longgar, sehingga bisa saja WTP ini kita anggap remeh, turun jadi WDP ataupun disclaimer,” kata Zulkieflimansyah.

Berita Terkait:  APBD NTB 2020 Ditetapkan Rp 5,6 Triliun

Namun, ia berkeyakinan hal tersebut tidak akan terjadi jika melihat kerjasama antar pemerintah daerah dengan pemerintah pusat yang sangat baik dalam hal pengelolaan keuangan.

“Alhamdulillah berkat diskusi yang baik dengan BPK dan kerja keras teman-teman OPD terutama yang berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan, sehingga mendapatkan hasil seperti yang disampaikan BPK tadi,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Gubernur berharap NTB dapat meraih kesuksesan seperti cita-cita dan visi-misi NTB Gemilang. “Kami atas nama pemerintah NTB mengucapkan selamat berpuasa di akhir Ramadhan ini, mudah-mudahan cahaya kemenangan dapat menyapa kita semua,” tutupnya.

Sebelumnya Anggota VI BPK, Harry Azhar Azis mengatakan, berdasarkjan hasil sidang BPK tanggal 16 Maret 2020 yang mempertimbangkan penyebaran Covid di Indonesia, maka sejak 17 Maret 2020, BPK melakukan penyesuaian sistem kerja dengan mekanisme penyelesaian tugas kedinasan dari rumah atau WFH (work from home).

“Menindaklanjuti hal terseburt, maka BPK Perwakilan NTB harus menarik tim pemeriksa BPK dari lokasi pemeriksaan sejak tanggal 18 Maret 2020. Selanjutnya BPK Perwakilan NTB harus melakukan penyesuaian sistem kerja termasuk dalam pemeriksaan dengan sistem WFH tersebut,” ujarnya.

Berita Terkait:  Soal Smelter di KSB, Gubernur NTB : PT AMNT Jangan Hanya Beri Angin Surga, Tapi Tak Ada Realisasi

Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan LKPD NTB Tahun Anggaran 2019, BPK Perwakilan NTB melakukan prosedur pemeriksaan secara daring atau online baik wawancara, konfirmasi, dokumentasi dan prosedur alternatif cek fisik.

Ia mengatakan, pelaksanaan prosedur pemeriksaan tersebut telah didukung dengan kerjasama pemerintah daerah dengan melaksanakan pengiriman dokumen pendukung dan diskusi secara online dan atau langsung di kantor dengan tetap menjaga jarak sesuai denegan protokol pencegahan Covid-19, sehingga tugas konstitusional BPK dapat selesai dengan lancar.

“Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas LKPD NTB tahun anggaran 2019, maka BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD Provinsi NTB tahun anggaran 2019. Dengan demikian, Pemprov NTB telah berhasil mendapatkan dan mempertahankan Opini WTP untuk kesembilan kalinya (2011-2019),” tutupnya. (red)