Beranda HEADLINE Puluhan Desa di Sumbawa Krisis Air Bersih

Puluhan Desa di Sumbawa Krisis Air Bersih

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sebanyak 42 Desa di Kabupaten Sumbawa sedang mengalami krisis air bersih. Puluhan desa yang tersebar di 17 Kecamatan ini pun sudah mengajukan permintaan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, M Nurhidayat pada Ahad (23/8) membenarkan hal itu.

Disebutkan, 42 Desa tersebut yaitu Desa Serading di Kecamatan Moyo Hilir, Desa Lopok, Desa Lopok Dalam dan Desa Tatede di Kecamatan Lopok, Desa Mata dan Desa Tolo’i di Kecamatan Tarano, Desa Merpe, Desa Batu Putih, Desa Sinar Jaya dan Desa Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Desa Boal di Kecamatan Empang, Desa Labangka 1, Desa Labangka 2 dan Desa Labangka 3 di Kecamatan Labangka.

Berita Terkait:  Kantor Golkar Sumbawa Disegel

Kemudian Desa Maman, Desa Pernek, Desa Mokong, Desa Marga Karya, Desa Semamung, Desa Lito dan Desa Brang Rea di Kecamatan Moyo Hulu, Desa Lape, Desa Hijrah di Kecamatan Lape, Desa Luk Karya di Kecamatan Rhee, Desa Mapin Kebak dan Desa Mapin Beru di Kecamatan Alas Barat.

Selanjutnya Desa Baru, Desa Pungkit, Desa Kukin, Desa Sebewe, Desa Ai Bari dan Desa Ai Limung di Kecamatan Moyo Utara, Desa Lenangguar di Kecamatan Lenangguar, Desa Pelat dan Desa Klungkung di Kecamatan Unter Iwes, Desa Labuhan Bajo di Kecamatan Utan.

Berita Terkait:  Dewan NTB Batalkan Kunker ke Luar Negeri

Adapun di Pulau Kaung di Kecamatan Buer, Pulau Bungin dan Desa Labuhan Alas di Kecamatan Alas serta Desa Labuhan Badas di Kecamatan Labuhan Badas.

Adapun untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak sebanyak 20.190 KK dengan jumlah 80.765 jumlah jiwa.

“Ada 42 Desa yang saat ini mengalami krisis air bersih. Mereka sudah mengajukan permintaan bantuan,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan Dayat akrabnya disapa, terhadap permintaan bantuan air bersih ini pihaknya sudah meneruskan ke BPBD Provinsi NTB. Karena bantuan dari kabupaten yang awalnya sudah dianggarkan, tapi kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Berita Terkait:  Selamat! NTB Raih Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award

“Kami menunggu dari Provinsi. Kemarin sebetulnya sudah kita anggarkan, tapi ditarik kembali lagi untuk penanganan covid,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pengajuan bantuan air bersih ini sudah disampaikan sejak bulan Juli lalu oleh pihak desa. Tapi karena belum adanya penyaluran membuat kondisi di lapangan kian parah.

“Desa yang terdampak kekeringan ini sangat butuh air bersih. Senin besok kebetulan akan dirapatkan di Provinsi. Semoga ada kabar baik dan segera tersalurkan, karena ini sangat mendesak,” pungkasnya. (red)