Beranda HEADLINE Program Zul-Rohmi Perlu Kajian Matang

Program Zul-Rohmi Perlu Kajian Matang

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (F-BPNR) DPRD Provinsi NTB, H Lalu Budi Suryata mengkritisi kinerja serta program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Terlebih, tidak lama lagi pasangan Zul-Rohmi tepatnya 17 September mendatang genap setahun memimpin bumi nusa tenggara barat.

Ia menilai program-program yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dilakukan tidak secara matang dalam perencanaannya.

“Kalau saya lihat terlalu terburu-buru. Dalam perencanaan tidak dihitung implikasinya setelah program itu berjalan. Ada yang tidak matang dalam perencanaan,” kata politisi PDI Perjuangan asal Sumbawa tersebut.

Ada beberapa hal yang disoroti Budi Suryata mulai dari soal sapi, pengiriman pelajar //beasiswa ntb ke korea// hingga zero waste. Ia mengaku banyak menerima kritik bahkan kekecewaan yang mendalam dari masyarakat. Contoh seperti kaitan dengan SK Gubernur soal penjualan induk sapi dengan berat 300 kilogram.

Itu kata dia menimbulkan kegaduhan kemudian penolakkan oleh peternak di Sumbawa. Sebab dengan dikeluarkannya SK Gubernur tersebut peternak yang ada di Kabupaten Sumbawa cukup kesulitan.

Padahal lanjutnya, dengan program sebelumnya //Era Tuan Guru Bajang mantan Gubernur NTB dua periode// yang dicanangkan TGB dinilai baik.

Sebab, banyak pemberdayaan dan terjadinya peningkatan pendapatan peternak. Contoh, program penggemukkan dengan peralatan itu disambut luar biasa.

Berita Terkait:  Selamat! NTB Raih Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award

“Disambut luar biasa, dan peternak kita bergembira karena mendapatkan hasil. Karena pada saat itu berat yang dihajatkan hanya 250 kilogram dan terpenuhi dan masyarakat peternak bisa nyaman dan aman menjual hasil ternaknya, kemudian indukan terpelihara dengan baik,” tuturnya.

“Nah, tetapi apa impilikasinya setelah keluar SK itu //Gubernur Zul// dengan penetapan berat 300 itu, petani kita kesulitan untuk memenuhi berat itu. Disatu sisi dia //peternak// kesulitan, dia butuh uang, disisi lain dia terbentur dengan aturan. Maka salah satu solusinya keluar dari persoalan ini, maka dia menipu, menipu dia melanggar aturan itu dengan menjual indukkan, karena hanya indukan yang bisa mencapai berat 300 kilogram itu,” imbuh Budi Suryata dengan nada tinggi.

Seharusnya kata Sekretaris DPD PDI-P NTB itu bahwa aturan tersebut yang di sahkan oleh Gubernur, dipersiapkan proses penggemukan semakin massif, mendorong perusda untuk membantu peternak.

Menurut dia, peternak/petani di Sumbawa butuh pendampingan dan bantuan. “Apalagi dengan adanya pengiriman ternak dari Australi ke NTB, ini kan keliru menurut saya. Sama dengan menyakiti hati petani sekaligus membunuh perlahan peternak kita. Oleh karena itu, perlu dievaluasi lagi dengan serius,” sarannya.

Berita Terkait:  Pemprov NTB Diharapkan "Sabet" Peluang Kerjasama di Berbagai Negara

Tak hanya itu, soal pengiriman mahasiswa ke Korea untuk mengenyam pendidikan di Unviersitas Chodang menjadi sorotannya. Ia menilai Gubernur terlalu gegabah, sehingga muncul kajian yang kurang bagus.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar dibenahi terlebih dahulu, dengan melakukan pengkajian yang mendalam. Termasuk dengan dana untuk mahasiswa ke luar negeri.

“Harus dikaji dengan mendalam. Begitu juga soal dana untuk mahasiswa yang ke luar negeri harus dikaji agar tidak ada kecemburuan. Jangan sampai ini //beasiswa pengiriman pelajar NTB// hanya dianggap pencitraan saja. Dan mereka kesana untuk belajar bukan untuk bekerja,” ungkapnya.

“Biaya hidup disana bukan sedikit, anda harus siapkan perumahan, anda harus siapkan makan minumnya. Sanggup ndak daerah mendanai itu, dari sisi regulasi memungkinkan ndak dana hibah untuk makan minum perumahan disana,” tambahnya lagi.

Lebih jauh dikatakan Budi Suryata. Adapun soal program zero waste. Ia mengatakan bahwa program tersebut terkesan asal-asalan dan perlu mendapatkan kajian kembali.

Ia juga menyarankan agar program sebelumnya //TGB// dapat dilanjutkan. Karena ia menilai, program sebelumnya yang dicanangkan TGB sangat baik tinggal dilakukan penguatan.

“Jadi perlu kajian. Kenapa tidak dilanjutkan saja program-program TGB yang dulu. Hebat kita dulu kok, sekarang APBD kita meleset dari target segala macam. Sekarang kita ingin membuat sesuatu yang baru tapi minim kajian. Kenapa tidak melanjutkan ikhtiar sebelumnya, itu yang saya sayangkan. Tinggal dimaksimalkan saja dengan yang ada,” kata Budi.

Berita Terkait:  Wow, TGB Sebut Bang Zul Dukung Jokowi-Amin!

Lontaran pedas yang diungkapkan Budi Suryata bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah menjadi kewajibannya untuk mengingatkan sekaligus memberitahukan sejumlah persoalan yang berkembang ditengah masyarakat.

“Saya sebagai bagian pemerintahan ini, karena saya sangat mencintai beliau //Gubernur Zul//, karena saya sayang sama beliau, sebagai bentuk kecintaan saya kepada beliau saya wajib memberikan kritisi itu. Karena ini //kritikan-kritikan// saya dengar dari masyarakat jangan-jangan pak gubernur belum mendapatkan informasi ini,” tuturnya.

“Oleh karena itu mudah-mudahan saya lebih dahulu menyampaikan itu. Ini semua karena bentuk rasa cinta sama beliau, saya tidak punya kepentingan apa-apa dengan beliau ini, saya sayang sama beliau. Karena doctor zul itu sahabat saya, teman dekat saya dan beliau sangat menghargai saya sebagai wujud kecintaan saya sama beliau, maka saya berikan kritikan ini. Jangan – jangan orang terdekat beliau tidak menyampaikan itu,” demikian Budi Suryata menambahkan. (NM7)