Beranda HEADLINE Pengerjaan Blok A Pasar Seketeng Alami Deviasi

Pengerjaan Blok A Pasar Seketeng Alami Deviasi

BERBAGI

NURSAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pengerjaan pembangunan Blok A Pasar Seketeng mengalami deviasi sekitar 5 persen. Progres yang dinilai masih dibawah target ini terjadi karena material pabrikasi belum berada di lokasi proyek.

“Progress pasar seketang hasil rapat koordinasi evaluasi yang dihadiri oleh Asisten II, Kabag Pembangunan, PPK, Bapeda, BPKAD, Inspektorat, Bapenda, Tim Teknis, Konsultan Pengawas, Kontraktor. Berdasarkan laporan dari konsultan pengawas dan kontraktor, fisik sudah terpasang sampai hari ini sektar 81,11 persen dari yang seharusnya terpasang itu 85 persen. Jadi ada deviasi sekitar 5 persen,” ungkap Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf SE kepada wartawan, Kamis (19/11).

Berita Terkait:  Soal Pembatasan Tamu di DPRD NTB, Mori Hanafi : Ini Rumah Rakyat, Nggak Boleh Dibatasi!

Dijelaskannya, keterlambatan pengerjaan ini dikarenakan material pabrikasi yang belum tersedia di lokasi. “Kedua terkait dengan hal-hal yang menjadi hambatan untuk mengejar progres yang seharusnya itu adalah material yang di pesan di luar, material pabrikan. Seperti atap, ACP atau pelapis tembok,” tambahnya.

Dalam rakor kordinasi yang dilakukan tersebut kata Usman, terdapat pula 6 item pekerjaan yang menjadi atensi oleh Konsultan, dan harus segera diselesaikan. Seperti pengerjaan kramik lantai atas, konsen jendela dan pintu, plafon, dan atap.

Berita Terkait:  Pemprov dan DPRD NTB Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2020

“Kaitan dengan pekerjaan yang menjadi bagian rencana addendum. Rencana addendum itu ada kaitan dengan pagar keliling, saluran derainase dan paving blok. Itu yang direncanakan untuk ditambah item pekerjaannya dan otomatis akan ada penambahan waktu. Direncanakan penambahan waktu itu maksimal sampai tanggal 23 Desember. Kontraknya yang pertama seharusnya berakhir tanggal 28 November,” tukasnya.

Terhadap deviasi ini sendiri, Pemda Sumbawa menegaskan kepada Kontraktor untuk lebih mempercepat pekerjaan di lapangan. Agar hasil hingga habis masa kontrak dapat semaksimal mungkin. (red) 

Berita Terkait:  Disdikbud NTB : Dana BOS Bisa Pakai Bayar Guru Non ASN, Tapi...