Beranda HEADLINE Pemimpin Sumbawa Kedepan Harus Mampu Bersinergi dan Tidak Pilih Kasih

Pemimpin Sumbawa Kedepan Harus Mampu Bersinergi dan Tidak Pilih Kasih

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Tujuh kabupaten/kota dilingkup nusa tenggara barat akan melaksanalan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak sekitar September 2020 mendatang.

Masyarakat ditujuh daerah itu tentunya akan dihadapkan dengan berbagai pilihan yaitu calon kepala daerah. Dari tujuh daerah yang melaksanakan pilkada, salah satunya adalah Kabupaten Sumbawa.

Khususnya Kabupaten Sumbawa, pemimpin dimasa depan diharapkan mampu berbuat lebih serta bersinergi dengan semua pihak. Baik itu eksekutif maupun legislatif dan tidak pilih kasih.

Demikian hal itu diungkapkan oleh mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa yang kini duduk sebagai Wakil Rakyat Dapil Sumbawa-KSB di Udayana (DPRD NTB), Lalu Budi Suryata.

“Kami berharap, pemimpin Sumbawa kedepan itu adalah pemimpin yang mengayomi dan tidak pilih kasih. Dia juga harus mampu bersinergi dengan semua jenjang pemerintahan, baik itu di tingkat provinsi maupun pusat. Tidal hanya eksekutif, tapi juga legislatif,” ujarnya kepada media ini, Ahad (02/02/20).

Menurut dia, sosok pemimpin yang demikian sangatlah penting. Terlebih potensi yang ada di Sumbawa kata dia dinilai cukup besar. Sebab, untuk membangun sumbawa yang begitu luas dengan kompleksitas persoalan.

“Sumbawa itu luas, potensinya juga besar. Jadi (untuk membangun) tidak bisa sendiri, ditambah lagi dengan persoalan yang begitu kompleks, sehingga perlu bersinergi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB itu.

Berita Terkait:  Astaga, Seorang Pria di Lobar Nekat Bunuh Diri!

Ia mencontohkan potensi yang dimiliki Sumbawa seperti diwilayah bagian Utara yaitu Samota. Samota itu kata dia, berdasarkan kajian potensinya mencapai Rp 10,6 triliun sebagai oendapatan daerah yang bisa dirangkul setiap tahunnya.

“Program samota ini luar biasa untuk itu harus perlu didorong oleh pemimpin sumbawa yang akan datang, siapapun itu,” pria yang juga kerap disapa dengan panggilan LBS ini.

“Karena kalau kita berbicara ingin mengentasan kemiskinan, peningkatan sumber daya, peningkatan nilai tambah, kemudian pemanfaatan potensi dan desa wisata, maka samota adalah tempatnya,” tambahnya lagi.

Oleh karena itu lanjut Budi Suryata menegaskan, maka siapapun pemimpin sumbawa selanjutnya dia harus memperjuangkan samota dengan sekuat tenaga. Kendati demikian politisi PDI Perjuangan itu juga menyadari bahwa hal itu tidaklah mudah untuk dilakukan.

“Memang tidak mudah, makanya saya katakan tadi itu pentingnya bersinergi. Karena disitu (Samota) kepenting pusat, provinsi dan tiga kabupaten seperti bima, dompu dan sumbawa penting ada disitu,” ujarnya.

“Tapi kan kita punya wilayah disitu juga, yang punya potensi yang sangat strategis, karena samota itu memiliki kelimpahan sumber daya disana luar biasa. Salah satunya, hiu paus ada disana. Oleh karena itu, sekali lagi sinergitas menjadi sangat penting disitu. Kalau bisa di utara ini bisa dilaksanakan, kemudian didukung dengan ketersediaan PLN, air bersih kita dorong pihak ketiga untuk berbondong-bondong berinvestasi disitu,” paparnya.

Berita Terkait:  Apresiasi Kinerja Polres Sumbawa, Kapolda NTB Usulkan Kenaikan Pangkat Almarhum Uji Siswanto

“Kebetulan PDIP juga mengusung salah satu (bakal calon kepala daerah yaitu H Mahmud Abdullah), saya juga berharap bupati yang kami usung itu mendorong untuk itu juga,” imbuh Budi Suryata.

Meski Sumbawa dinilainya sudah cukup bagus saat ini, itu katabdia bukan berarti tidak memiliki PR lainnya. Selain utara lanjut Sekretaris DPD PDIP NTB itu, juga ada dibagian timur. Yaitu persoalan kekeringan, kerusakan lingkungan, daerah aliran sungai (DAS), kemiskinan dan pengangguran.

Oleh karenanya kata Budi Suryata, perlu diciptakan lapangan kerja. Kemudian mendorong pembangunan pelabuhan teluk santong, karena hingga saat ini belum juga di eksekusi. Padahal ini merupakan hal yang lama dari beberapa kepemimpinan di sumbawa.

Pembangunan pelabuhan teluk santong diwilayah timur itu dinilainya akan menjadi salah satu solusi. Dimana nantinya diprediksikan Budi Suryata akan berkerja ribuan orang di pelabuhan tersebut. Tak hanya itu, menurut dia juga akan menambah pendapatan daerah dari pelabuhan tersebut.

“Nah kemudian dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan juga potensi yang sangat besar di bidang pertanian adalah pembangunan bendungan labangka komplek. Dan ini harus didorong juga. Agar tidak salah terjadi miss persepsi ditingkat masyarakat, maka setiap tahapan proses mulai dari rencana kerja harus disampaikan secara terbuka. Sehingga kalaupum ada persoalan bisa diselesaikan secara bersama-sama. Persoalan ditimur ini juga sama halnya di wilayah selatan. Jadi ini semua perlu kita dorong agar semuanya jadi baik,” saranya.

Berita Terkait:  Butuh Kebijakan Tepat Kurangi Kemiskinan

Sedangakan untuk persoalan di lingkup Kota lebih lanjut dikatakan Anggota Komisi V DPRD NTB itu, yakni dalam siklus lima tahun tetap menjadi langganan banjir. Kendati demikian ia memberikan sebuah saran dalam persoalan tersebut. Karena menurut dia, persoalan banjir bisa diatasi.

“Kita bisa hentikan dengan membangun bendungan kreke itu. Memang sudah digagas oleh pemimpin sebelumnya, tapi kita dorong untuk percepatan itu. Selain mengatasi banjir di Kota, bendungan kreke juga bisa mengairi moyo hilir, moyo hulu, termasuk moyo utara yang akan menumbuhkan sawah kita lebih subur,” kata dia

“Jadi ini kita dorong semua. Kalau semua ini bisa terlealisasikan, maka akan banyak peluang dan keuntungan bagi masyarakat maupun daerah kita. Dari sisi pendapatan jelas, lapangan pekerjaan terbuka, kemiskinan tentu menurun, persoalan petani kita pun terjawab dan lain sebagainya,” demikian Budi Suryata. (red)