Beranda HEADLINE Pelaku Pariwisata Akui Kunjungan Wisman ke NTB Meningkat

Pelaku Pariwisata Akui Kunjungan Wisman ke NTB Meningkat

BERBAGI
Pelaku Pariwisata sekaligus Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Misbach Mulyadi.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Gempa bumi yang sempat melanda provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2018 lalu cukup menyisakan duka bahkan persoalan. Antara lainnya, yakni di sector pariwisata, terutama dari segi jumlah pengunjung wisatawan yang menyusut drastic ke NTB.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu tepat setahun sudah pascagempa kini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) trend menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Hal itu diakui oleh salah seorang pelaku pariwisata yakni H Misbach Mulyadi yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB. “Kalau pas awal-awal kita akui tingkat hunian hotel kita itu d bawah 10 persen, bahkan tidak ada. Tapi setahun setelah gempa kita sudah naik sampai 60 persen. Itu artinya kunjungan wisatawan ke daerah kita naik,” ujarnya di Mataram.

Menurut politisi Golkar itu, meningkatnya kunjungan wisatawan khususnya mancanegara tidak terlepas datangnya wisatawan asal Australia yang didorong adanya penerbangan langsung Lombok – Pert.

“Memang adanya penerbangan langsung direct flight dari Australia ke Lombok sangat membantu kunjungan wisman kita,” ucap pria yang dikenal bersahabat dengan semua kalangan ini.

Berita Terkait:  Zul-Rohmi Hadiri HICTE 2019

Pria yang juga memiliki hotel di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat itu juga mendorong Pemprov NTB terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan maskapai untuk bisa memperbanyak penerbangan langsung ke Lombok, baik domestik maupun internasional sehingga wisatawan yang datang ke NTB akan semakin banyak.

Itu kata dia, sejalan dengan agenda pemerintah pusat yang telah menetapkan nusa tenggara barat salah satu destinasi priorotas pariwisata nasional bersama daerah lain di Indonesia.

“Jadi saya mendukung usaha-usaha yang dilakukan pemerintah provinsi meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB perlu kita dorong. Bahkan, ada pernyataan gubernur kunjungan wisatawan Australia meningkat karena ada penerbangan langsung itu sudah tepat dan itu terbukti wisatawan Australia ke daerah kita memang naik,” ungkapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengakui dibukannya penerbangan langsung Lombok – Perth memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan Australia ke NTB hingga naik empat kali lipat.

Berita Terkait:  Doktor Zul : NTB Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda!

Gubernur meyakini dibukanya penerbangan langsung Lombok – Perth menjadi salah satu faktor utama yang memicu pertumbuhan mengesankan tersebut.

Hal ini merujuk pada data yang dihimpun Imigrasi Bandara Internasional Lombok (BIL), dalam kurun waktu Januari-September 2019.

Data tersebut memperlihatkan, sepanjang Januari-September 2018, jumlah warga Australia yang datang ke NTB melalui Bandara Internasional Lombok hanya mencapai 2.633 orang. Sementara, data per Januari-September 2019, jumlahnya meningkat menjadi 13.814 orang. “Naik 425 persen atau lebih dari empat kali lipat dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Zulkieflimansyah peningkatan tersebut tak hanya pada kunjungan wisatawan Australia, tapi peningkatan serupa juga terjadi pada warga Jerman yang mengunjungi NTB melalui BIL. Jumlahnya meningkat dari 4.877 orang per Januari-September 2018 menjadi 5.204 orang per Januari-September 2019.

“Peningkatan jumlah pengunjung dari Australia dan Jerman ini membuat kondisi pariwisata NTB kini nyaris menyamai kondisi NTB sebelum terkena imbas gempa bumi pada Agustus 2018,” ucapnya.

Dilihat dari data Imigrasi, total pax keseluruhan per Januari-September 2019 mencapai 197.033 orang. Angka tersebut nyaris menyamai data per Januari-September 2018 yang mencapai 220.003 orang.

Berita Terkait:  Timgab TNI-Polri Gagalkan Aksi Penyelundupan Rusa Komodo

Penurunan jumlah wisatawan ini memang merupakan imbas dari gempa yang melanda NTB pada Agustus 2018. Penurunan terbesar bersumber dari pengunjung dari Malaysia yang pada Januari-September 2018 mencapai 66.156 orang dan turun ke angka 25.811 orang pada Januari-September 2019.

Karena itu, dirinya bersama Wakil Gubernur NTB dan jajarannya saat ini terus mendorong agar penerbangan langsung dari berbagai negara ke NTB bisa terus ditambah. Bahkan, dirinya memberikan atensi serius terhadap data menyangkut wisatawan Malaysia ke NTB yang ternyata merupakan yang terbesar jumlahnya.

Menurut Gubernur, hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku usaha di bidang pariwisata, serta pemerintah daerah. Untuk itu, ia berharap, seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata, terus mendorong penyediaan atraksi atau destinasi wisata yang selaras dengan selera wisatawan.

“Dalam mendorong peningkatan pariwisata, tentunya harus diimbangi juga dengan upaya promosi dan pengenalan wisata NTB ke berbagai pihak,” demikian. (red)