Beranda HEADLINE NTB Zona Biru, Masyarakat Diminta Tak Mudah Termakan Isu Hoaks

NTB Zona Biru, Masyarakat Diminta Tak Mudah Termakan Isu Hoaks

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui dinas terkait menggelar jumpa pers perkembangan situasi dan kondisi di daerah terkait Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr Nurhandini Eka Dewi menegaskan, bahwa hingga saat ini NTB negatif virus corona.

“Sejauh ini, sudah ada 22 provinsi di Indonesia yang sudah terpapar corona. Alhamdulillah, kita (NTB) masih biru (negatif corona),” tuturnya, Senin sore (23/3) tadi di Mataram.

Dijelaskan Dokter Eka, bahwa hingga hari ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 327. Sedangkan yang sudah selesai dalam pantauan sebanyak 149 orang. Selanjutnya 178 orang lainnya masih dalam pantauan.

Adapun untuk total jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di NTB. Yaitu sebutnya mencapai 21 orang. Mereka diantaranya, 11 selesai dalam pengawasan. Tersisa 10 lainnya masih dalam pengawasan.

“Jadi untuk total keseluruhan ODP maupun PDP ini jumlahnya 348 orang. ODP nya memang ada peningkatan. Peningkatan itu terjadi di Lombok Timur dan Kabupaten Bima,” ungkap Kadikes.

“Kewaspadaan terus kita tingkatkan. Kita juga harus lebih siap melakukan penangkalan corona, sehingga ODP/PDP mampu bisa kita tekan,” tambahnya Dokter Eka lagi.

Adapun hal lain yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB saat ini. Yaitu terkait dengan orang dalam resiko (ODR).

Itu dikarenakan banyaknya warga NTB yang baru pulang dari luar daerah dengan kondisi sehat. Kendati demikian, kata Dokter Eka tidak menutup kemungkinan menjadi ODP.

“Oleh karenanya, kami berharap kepada masyarakat NTB agar tetap dirumah. Mari bersama kita terapkan social distancing (jaga jarak) begitu juga body distancing (hindari kontak tubuh secara langsung),” demikian sembari meminta juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Koordinator Posko Waspada COVID-19 NTB, yaitu I Gede Putu Aryadi meminta kepada masyarakat tetap tenang dan tetap waspada.

Ia secara tegas menepis semua adanya isu yang berkembang ditengah masyarakat. Yang mana digembar gemborkan bahwa ada warga NTB di sejumlah Kabupaten/Kota positif corona.

“Isu yang berada diluar itu tidak benar. Kita anggap masih hoaks. Dan kami minta kepada masyarakat agar tenang dan tida panik serta tidak mudah percaya atau termakan isu (hoaks),” tegasnya.

“Intinya begini, apa yang diumumkan oleh pemerintah pusat itulah yang resmi (postif tidaknya). Karena yang berhak mengumumkan itu adalah pemerintah pusat. Jadi kita tunggu saja hasilnya, karena pada dasarnya kita disini hanya mengirimkan spesimen saja ke mereka (pusat). Jadi yang resmi menentukan dan mengumumkan itu adalah pusat,” tutup Gede Aryadi.

Masih dikesempatan yang sama, Kepala BPBD NTB, H Ahsanul Khalik selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 NTB menyatakan hal senada dengan Kadiskominfotik NTB.

Dikatakan Ahsanul Khalik, berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi pihaknya dengan BNPB sampai dengan saat ini belum ada yang positif corona.

Kendati demikian, NTB kata dia, tetap saja diberikan warning. Itu mengingat penyebaran COVID-19 begitu cepat. “Jadi semua informasi yang berkembang ditengah masyarakat itu tidak benar. Yang pasti, pak gubernur sudah memerintahkan, kalau ada data yang baru tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” kata pria yang kerap disapa AKA itu.

Selanjutnya, mantan Kepala Dinsos NTB itu menerangkan pihaknya tengah mengupayakan penguatan peran komunitas untuk menghadapi skenario terburuk dari penyebaran Covid-19.

Diantaranya peningkatan peran tokoh masyarakat seperti guru dan ormas-ormas untuk melakukan sosialisasi.

“Sehingga kita berharap masyarakat ini betul-betul memperhatikan apa yang menjadi edaran dari pemerintah untuk dilaksanakan. Terutama soal mengadakan kegiatan yang mendatangkan orang banyak,” ujarnya.

Adapun terkait APD (Alat Pelindung Diri) sambung AKA, BNPB mengirim ke Panglima Kodam Udayana. Dimana nantinya akan didistribusikan ke NTB.

“Karena memang pola pendistribusiannya sesuai dengan perintah presiden. Kemudian untuk para rekan wartawan, kami harapkan pula untuk menjadi ujung tombak terutama dalam penyampaian informasi,” pungkasnya. (red)