Beranda HEADLINE Membangun Bersama, Gubernur NTB dan Gubernur Bali Teken MoU

Membangun Bersama, Gubernur NTB dan Gubernur Bali Teken MoU

BERBAGI
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah dan Gubernur Bali, Wayan Koster menandatangi kesepakatan bersama/Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov NTB dan Pemprov Bali pada Rabu 31 Maret 2021.

DENPASAR — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah dan Gubernur Bali, Wayan Koster menandatangi kesepakatan bersama/Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov NTB dan Pemprov Bali pada Rabu 31 Maret 2021.

Keterangan Foto (Dari Kiri) : H Abdul Rauf-Anggota DPRD NTB, H Mori Hanafi-Wakil Ketua DPRD NTB, Gubernur NTB-Dr H Zulkieflimansyah, Gubernur Bali-Wayan Koster dan Ketua Komisi III sekaligus Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB-Sambirang Ahmadi pada acara penandatangan kesepakatan bersama antara Pemprov NTB dan Pemprov Bali, Rabu 31 Maret 2021 di Denpasar. (Soh/Bby)

Penandatangan kerjasama itu berlangsung tepatnya di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Kota Denpasar. Nampak pula turut hadir menyaksikan, Pimpinan DPRD NTB, H Mori Hanafi, Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB, Sambirang Ahmadi dan salah seorang anggota DPRD NTB lainnya yakni H Abdul Rauf.

Ada enam (6) bidang kerjasama yang disepakati Pemprov NTB dan Pemprov Bali. Yakni Bidang Pariwisata, Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi UKM, Perhubungan, Perikanan dan Kelautan, serta Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dikesempatan itu, Wayan Koster selaku Gubernur Bali dalam sambutannya mengatakan, bahwa Bali dan NTB memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Oleh karenanya, jika ingin lebih maju dan terus meningkat dari sisi ekonomi, harus dibangun bersama melalui satu jalinan, yaitu kerjasama atau berkolaborasi.

“Daerah-daerah di Indonesia memiliki ciri khas (masing-masing) untuk ditonjolkan. Begitu pula Bali dan NTB yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri yang bisa menjadi peluang untuk diberdayakan bersama-sama,” kata Wayan Koster.

Oleh karenanya, masih kata Gubernur Bali, sehingga kedua pihak mengedepankan bagaimana dalam membangun daerah dilakukan secara bersama. Terlebih untuk saling mengisi dalam mensejahterakan masyarakat NTB dan Bali.

Dia menegaskan, bahwa banyak peluang yang bisa dikerjasamakan antara NTB dengan Bali. Apalagi dilihat dari sisi historis dan tata letak geografisnya yang sangat berdekatan. “Saya kira (kolaborasi) ini bagus. Sekarang kita rintis agar lebih nyata dan nantinya bisa dijadikan percontohan bagi provinsi lainnya,” kata Wayan Koster.

Berita Terkait:  HUT NTB ke 61 Diharapkan Jadi Motivasi Wujudkan NTB Gemilang

“Karena jangan sampai sekarang kira teken-teken (Tanda Tangan/MoU) setelah itu tidak ada lagi tindak lanjut. Nah, mulai momen ini harus ada tindak lanjut nyata yang bermanfaat bagi kedua provinsi (NTB-Bali),” imbuhnya.

Tak lupa juga, Wayan Koster juga meminta Kepala OPD terkait melakukan tindak lanjut dari adanya kesepakatan bersama ini. Yaitu dengan membahas program yang dikerjasamakan tersebut secara bersama-sama.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menyampaikan terimakasih serta apresiasi atas peluang kerjasama yang diciptakan bersama tersebut. Disisi lain, Bang Zul-kerap Gubernur NTB disapa, mengaku sangat mengenal sosok Wayan Koster, bahkan sejak masih bersama duduk di DPR RI sama-sama tiga periode lamanya.

“Terimakasih atas waktu dan kesempatanya. Mudah-mudahan bisa terwujud apa yang menjadi harapan kita bersama. Saya sama pak Gubernur Bali ini kan kenal lama, sama-sama tiga periode di DPR RI dan di DPR pun duduknya bersebelahan,” katanya.

Menurut Bang Zul, kerjasama ini sangat penting. Terlebih dalam membuat suatu perubahan dalam membangun daerah secara bersama. Tak hanya Bali, kerjasama ini juga akan terlaksana dengan NTT. “Intinya, tidak lagi ada (kesan) win/lose (menang/kalah). Jangan sampai NTB, Bali dan NTT ini kayak saingan. Jadi nggak ada lagi (kesan atau anggapan) tersenyum sendiri, kemudian yang lain menangis. Pokoknya NTB, Bali dan NTT akan saling membantu,” tegasnya.

Berita Terkait:  PKS Bakal Awasi Program Jokowi-Ma'ruf, Johan Rosihan : Presiden Punya ‘PR’ Besar!

DORNA AKAN DATANG KE NTB

Disisi lain Gubernur NTB mengatakan, Presiden Joko Widodo tetap menghendaki agar gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, tetap berjalan pada Oktober mendatang. Terlebih, pada 7 April nanti, rencananya Dorna Sport akan datang ke NTB guna melihat perkembangan pembangunan sirkuit yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini.

“Maka, kenapa saya datang melakukan kerjasama dengan Pemprov Bali adalah salah satu jalan agar perhelatan MotoGP Mandalika bisa sesuai jadwal. Yakni, pernak-pernik, serta cindramata untuk penontonnya bisa dibantu disiapkan oleh UMKM Bali, sehingga, saat Dorna datang, semua kita pastikan sudah siap seluruhnya,” kata Gubernur kepada wartawan usai melakukan penandatangan kesepakatan bersama siang tadi.

Ditegaskan Gubernur NTB yang juga digadang-gadang sebagai bakal calon presiden/wakil presiden pada Pemilu 2024 mendatang, bahwa penandatanganan MoU enam Kepala OPD antara Pemprov Bali dan NTB kali ini adalah salah satu upaya menyakinkan kesiapan NTB dalam menghelat MotoGP tahun ini.

Sebab, hingga saat ini, penyelesaian pembangunan Sirkuit Mandalika terus dikebut oleh pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA). “Kalau dari ITDC, mereka yakin jika sirkuit itu sangat layak. Tapi tetap, prosesnya dilihat kesiapan dan kelayakannya oleh Dorna,” ucap Bang Zul.

Tak ketinggalan. Bang Zul menilai dari segi kesiapan lintasan, Sirkuit Mandalika sudah sangat siap. Tinggal penyelesaiannya saja hingga pertengahan tahun ini. Hanya saja, ada faktor teknis lainnya yang harus dilihat. Saat ini disebut gubernur masih ditimbang-timbang pemerintah. Yakni masih berlangsungnya pandemi COVID19.

Berita Terkait:  Pertamina Layani Kebutuhan Energi Sesuai Kuota Penugasan

Dia mengaku, jika dilaksanakan Oktober nanti tantangan terbesar nanti adalah kesiapan mengelola penonton dengan jumlah banyak. Bahkan ada kemungkinan, dengan pandemi covid, tidak ada penonton yang datang. ”Kalau tidak ada penonton sayang juga. Karena asyiknya MotoGP ini kan penontonnya kebanyakan kelas menengah ke bawah. Beda dengan Formula One yang penontonnya, relatif kelas menengah keatas,” terang Bang Zul.

Bang Zul menegaskan, MotoGP Mandalika bisa saja terselenggara di tahun ini. Namun dengan catatan, program vaksinasi berjalan dengan lancar. Sehingga, pandemi covid bisa dikendalikan dengan baik dalam beberapa bulan ke depan. “Kalau bisa seperti itu, ya pasti terselenggara di tahun ini. Maka, kita fokus bagaimana vaksinasi itu bisa berjalan sesuai target,” tegasnya.

Di sisi lain, Zul mendapat informasi bahwa jadwal MotoGP Sirkuit Mandalika sudah keluar juga untuk tahun depan. Rencananya, balapan 2022 bakal digelar pada Maret. “Tahun depan itu sudah keluar, Bulan Maret. Untuk tahun ini, yang sudah pasti kan Superbike sekitar November,” kata Bang Zul lagi.

Pelaksanaan MotoGP di Maret 2022 diprediksi menjadi yang paling memungkinkan. Dari segi infrastruktur akomodasi hingga soal pandemi COVID19. Apalagi hingga saat ini belum banyak tersedia kamar untuk penonton MotoGP. (red)