Beranda HEADLINE KPI Diminta Tegur TV Tayangkan Kasus Gisel Berlebihan

KPI Diminta Tegur TV Tayangkan Kasus Gisel Berlebihan

BERBAGI

MATARAM — Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat diminta untuk memberikan teguran kepada salah satu program di televisi nasional yang menayangkan soal kasus Gisel secara belebihan.

Gisel tengah menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus video asusila bersama MYD. Saat ini, kasus Gisel tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya.

“Banyak pasal dalam Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang dilanggar oleh salah satu TV Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) Jakarta itu,” kata Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB Sahdan dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1).

Berita Terkait:  Mahasiswa Sumbawa di China Minta Perhatian Pemda

Dikatakannya, dalam temuan KPID NTB, diduga salah satu stasiun televisi Jakarta menayangkan secara berlebihan kasus Gisel. Diantaranya pasal 9 tentang Penghormatan terhadap norma dan nilai kesopanan dan kesusilaan.

Selain dinilai tidak sopan, tayangan infotainment salah satu lembaga penyiaran televisi itu juga diduga melanggar pasal tentang etika jurnalistik sebagaimana yang diatur dalam Peraturan KPI tahun 2012.

Sementara itu, Ketua KPID NTB Yusron Saudi mengatakan bahwa pihaknya langsung bersurat ke KPI Pusat di Jakarta untuk menindaklanjuti aduan masyarakat dan temuan KPID NTB tersebut.

Berita Terkait:  Sumbawa Belum Ditetapkan dalam Kondisi Darurat

“Karena dugaan pelanggaran ini ditemukan di Televisi SSJ di Jakarta maka kewenangannya ada pada KPI Pusat. Sehingga kami hanya bisa bersurat ke KPI Pusat untuk menindaklanjuti aduan dan temuan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya selama ini banyak mendapatkan aduan masyarakat terkait kualitas isi siaran televisi di Jakarta. “Aduan yang kami terima lebih banyak terkait kualitas isi siaran TV Jakarta dibandingkan siaran TV Lokal,” tutup Yusron Saudi. (red)