Beranda HEADLINE Ketua BK : Bukan Dibatasi, Tapi Ditertibkan!

Ketua BK : Bukan Dibatasi, Tapi Ditertibkan!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwaklian Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat kini sedang merancang kode etik bagi anggota dewan.

Salah satu yang menarik dalam salah satu rancangan ketentuan yang dipersiapkan itu, yakni soal tamu yang bakal berkunjung ke gedung Udayana.

Sayangnya hal itu menuai sorotan dari berbagai pihak. Sebab, aturan atau pola yang akan diterapkan itu dianggap membatasi dan seolah dewan kini lebih eksklusif.

Agar tidak salah menerjemahkan, akhirnya Ketua BK DPRD NTB, H Najamuddin Mustofa angkat bicara serta memberikan pemahaman kepada berbagai pihak terkait hal tersebut.

Berita Terkait:  Wagub NTB Positif COVID19

Menurut dia, pengunjung atau tamu yang hendak datang ke gedung Udayana hanya ditertibkan dan bukan dibatasi.

“Bukan dibatasi, tapi ditertibkan, diatur, ditata sebaik mungkin agar kedua belah pihak (dewan dan tamu) lebih nyaman dan lebih terhormat,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (17/1) di Mataram.

Apa yang dilakukan BK kata dia bukan tanpa alasan. Itu semua, berdasarkan dinamika dan fenomena yang dilihatnya di dalam gedung dewan selama ini.

“Jadi semua tidak serta merta. Malah kami melakukan analisa dan mengundang dua profesor ( Prof Asikin dan Prof Gatot) dari Universitas Mataram. Karena kami tidak mungkin bisa mengeluarkan konsep secara baik tanpa ada dari para ahli soal redaksinya,” kata politisi PAN itu.

Berita Terkait:  Kenapa Harus UKM dan Produk Lokal? Ini Penjelasan Gubernur NTB

“Sekali lagi kami tegaskan intinya tidak membatasi. Ini hanya persoalan kenyamanan antara dewan dan orang yang bertamu. Kita hanya ingin mengatur. Silahkan datang, malah kita siapkan tiga ruangan dibawah khusus menerima tamu untuk,” tambah Najamuddin.

Mengapa pihaknya berinisiatif melakukan penataan/penertiban terhadap tamu, ia menyatakan agar para tamu yang datang berkunjung ke dewan merasa lebih terhormat dan nyaman.

“Pikiran kita kan lebih terhormat. Ketika tamu itu diterima dengan vaik tempat yang eksklusif, ketimbang diterima tempat orang ramai. Kan lebih manusiawi dan lebih terhormat lagi tamu itu kan,” kata Najamuddin.

Berita Terkait:  Ikhtiar Tiada Henti, Gubernur NTB ke Tiongkok Perkuat Kerjasama di Berbagai Bidang

“Ketika tamu datang dan duduk diruangan yang sudah disediakan, mereka juga bisa menikmati snak (jajanan) dan minuman yang sudah disediakan. Padahal kami bermaksud ingin memberikan yang terbaik bagi para tamu. Maka dari itu kami harap jangan salah menerjemahkan ini kami upayakan toh juga untuk kebaikan dan kenyamanan bersama. Jadi bukan dibatasi tapi diteetibkan dan ditata agar baik,” tutup Ketua BK DPRD NTB ini. (red)