Beranda HEADLINE Johan dan Made Tidak Ikut Kunker ke Luar Negeri, Ini Alasannya…

Johan dan Made Tidak Ikut Kunker ke Luar Negeri, Ini Alasannya…

BERBAGI
Keterangan Foto mulai dari sebelah kiri : H Johan Rosihan dan Made Slamet. (Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Sebagaimana diketahui bersama, bahwa dalam waktu dekat Anggota DPRD Provinsi NTB akan bertolak ke luar negeri.

Mereka akan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa Negara. Namun beberapa diantaranya memilih untuk tidak mengikuti kunker tersebut.

Yakni antara lainnya Ketua Komisi III DPRD NTB, H Johan Rosihan dan Made Slamet – Anggota Komisi II DPRD NTB.

Ketidak ikut sertaan mereka berdua dalam rombongan kunker DPRD NTB ke luar negeri lantaran memiliki alasan tersendiri.

Seperti H Johan Rosihan, ia menegaskan tidak bisa mengikuti agenda kegiatan kunker tersebut dikarenakan beberapa hal. “Saya tidak ikut,” ujarnya kepada media ini, di Mataram.

Menurutnya, kegiatan atau agenda DPRD NTB berkunjung ke luar negeri adalah baik. Hanya saja, terbentur dengan beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun di daerahnya.

“Kunjungan itu bagus dan saya sangat mendukung. Tapi saya ada kegiatan lain, dan kegiatan ini sudah menjadi rutinitas saya tiap tahunnya (Panitia Qurban di Pulau Sumbawa),” kata Johan.

Berita Terkait:  Pena Pamasar : Sosok Rosihan Patut Diperjuangkan!

“Saya tidak bisa ikut ya karena itu tadi, saya ada kegiatan rutin tiap tahun, itu saja. Kalau masalah agendanya (Kunker ke LN) ya itu bagus dan saya mendukung. Cuma ya kembali lagi itu tadi (Giat Rutin JR di Pulau Sumbawa),” tegasnya lagi.

Sementara itu, Made Slamet juga melontarkan hal senada sebagai mana disampaikan Johan Rosihan yaitu tidak bisa ikut kunker ke LN. “Saya tidak ikut kunker ke luar negeri,” ujarnya kepada media ini.

Made tidak memiliki banyak alasan. Hanya saja, ia menilai agenda tersebut terbentur dengan situasi yang dianggapnya belum pas.

Terlebih jauh dari sebelumnya ia mengungkapkan bahwa telah memilih untuk tidak ikut ke luar negeri.

Menurut dia, secara aturan sudah baik dan agenda kunker Anggota DPRD NTB itu dinilainya cukup bagus.

Berita Terkait:  Doktor Zul : NTB Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda!

Ia juga mengatakan, bahwa bukan dirinya saja yang menyatakan untuk tidak ikut pada kegiatan kunker ini. Bahkan kata dia, beberapa anggota dewan juga ada melaksanakan giat haji.

“Kalau saya sih memang dari awal niatnya tidak ikut itu saja dan juga mungkin ada beberapa orang yang tidak ikut kok. Beberapa juga ada yang ikut haji,” kata politisi muda asal PDI-P ini.

“Jadi memang sudah dari awal saya tidak ikut mengurus administrasi, karena sudah niat dari awal (tidak ikut),” demikian Made menambahkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa anggaran yang akan dihabiskan dalam kunker ini mencapai sekitar Rp 3,5 miliar.

Seperti diungkapkan Sekwan NTB, H Mahdi kemarin, kunker ini merupakan salah satu agenda DPRD NTB yang tidak pernah dilaksanakan.

Adapun tujuannya, yaitu membuka atau menambah wawasan para anggota. Selanjutnya mendalami apa yang menjadi program unggulan Gubernur NTB.

Yaitu antara lainnya, soal peningkatan SDM, sekaligus dapat menjajaki kerjasama kota/daerah di luar negeri yang mirip dengan NTB.

Berita Terkait:  Kejelasan Realisasi Aspirasi Masyarakat Dipertanyakan

Termasuk pula dalam perkembangan SDM, yang mana para pemuda NTB telah dikirim oleh Gubernur NTB diberbagai Negara.

Dan terakhir, yaitu dalam rangka mendukung perkembangan dunia pariwisata NTB. Dikatakannya, bahwa kunker ini sudah direncanakan di awal tahun.

Namun dikarenakan beberapa hal, terlebih di bulan Juni lalu sibuk dengan kegiatan pemilihan legislative (pileg) sehingga tertunda.

Berkaitan dengan soal anggaran perjalanan dinas ini jelas Sekwan, sudah dilakukan rasionalisasi sebanyak tiga kali. Yang tadinya dari Rp 5 miliar, turun menjadi Rp 4,5 hingga menyusut ke angka Rp 3 miliar.

“Paling maksimal Rp 3,5 miliar, itupun masih kita mau efisiensi. Kalau untuk jumlah anggota yang akan berangkat sekitar 45-50 orang. Tidak sekaligus, jadi mereka akan berangkat pada dua tahapan Turki dan Eropa, tahap kedua untuk Eropa dan Australi,” pungkasnya. (NM1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here