Beranda HEADLINE Jarimu Harimaumu, Diduga Hina Polisi Seorang Mahasiswa Diamankan

Jarimu Harimaumu, Diduga Hina Polisi Seorang Mahasiswa Diamankan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Jarimu adalah harimaumu. Mungkin itulah ungkapan yang menggambarkan kejadian yang menimpa salah seorang mahasiswa di Kota Mataram yakni berinisial IW (19).

IW diketahui merupakan warga Dusun Bagek Nyala, Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.

Pasalnya, ia diduga berprilaku yang dinilai kurang bijak dalam bersosial media (sosmed). Yakni melakukan penghinaan/ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian dalam sebuah kolom komentar pada postingan di FB.

Berita Terkait:  Gunakan Sabhu, Oknum ASN Diringkus Polisi

Terkait perihal tersebut, pihak kepolisian (Polres Lombok Timur) melakukan pencarian. Namun tak lama kemudian, terduga bersama keluarganya mendatangi Polsek Sakra Barat untuk menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Perihal tersebut juga dibenarkan oleh Kabid Humad Polda NTB, Kombes Pol Purnama SIK. Diungkapkan, bahwa Jum’at kemarin IW telah menyerahkan dirinya ke pihak kepolisian setempat.

“Sudah dibawa dan diamankan (IW ke Polres Lotim) untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus yang dialami terduga sesuai dengan ketentuan hukum,” ujarnya.

Berita Terkait:  Hadapi Pemilu, Pangdam Tekankan Netralitas dan Soliditas TNI/Polri

Purnama berharap apa yang menimpa IW cukup dijadikan pembelajaran bersama. Dimana dalam bersosial media hendaknya lebih bijak.

“Untuk itu, kami juga sangat berharap agar masyarakat ataupun warganet dapat lebih bijak dalam bermedia sosial,” demikian Kabid Humas Polda NTB menambahkan.

Sementara itu, IW disela-sela pemeriksaan oleh Unit Tipiter Sat Rekrim Polres Lombok Timur, juga telah menyatakan permohonan maaf secara langsung.

Dihadapan pihak kepolisian, ia mengaku sangat menyesal atas tindakannya. Terduga juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Berita Terkait:  Terdakwa Korupsi Dana BOS SMKN 1 Lunyuk Jalani Sidang Perdana

“Dengan ini saya minta maaf kepada institusi kepolisian republik indonesia terkair dengan komentar saya. Saya minta maaf sebesar-besarnya, saya bersalah dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” demikian IW.

Untuk diketahui, yang bersangkutan dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE, ancaman 4 tahun penjara. Serta, Pasal 207 KUHP dengan ancaman 1 tahun 6 bulan.  (red)