Beranda HEADLINE Datangi DPRD NTB, Warga Gili Trawangan Dukung Pemprov Putus Kontrak dengan PT...

Datangi DPRD NTB, Warga Gili Trawangan Dukung Pemprov Putus Kontrak dengan PT GTI

BERBAGI

“Siap Berkontribusi Rp 65 Miliar”

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Kamis (20/02/20) kemarin, Perwakilan masyarakat Gili Trawangan mendatangi kantor DPRD Provinsi NTB untuk melakukan hearing terkait dengan pelibatan peran dan fungsi masyarakat dalam pengelolaan lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan yang saat ini masih dikuasai oleh PT GTI.

Kedatangan mereka dengan maksud hearing itu diterima langsung oleh Pimpinan Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan aset daerah. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gili Trawangan menyampaikan aspirasi kepada Pemprov NTB untuk melibatkan masyarakat setempat dalam upaya memajukan industri pariwisata di Gili Trawangan.

“Pertama kami masyarakat Gili Trawangan menyatakan mendukung Pemprov NTB untuk memutuskan kontrak pengelolaan aset daerah dengan GTI yang selama ini dinilai telah merugikan Pemda dalam pengembangan industri pariwisata daerah,” ujar Lalu Supriadi salah satu Perwakilan Masyarakat Gili Trawangan kepada media ini ditemui usai hearing.

Supriadi mengungkapkan bahwa setelah nantinya pihak Pemprov NTB sudah klir memutuskan kontrak pengelolaan aset daerah berupa tanah seluas 65 hektar di Gili Trawangan. Masyarakat berharap mereka bisa diberikan kesempatan untuk menjadi pengelola dengan memberikan kontribusi kepada Pemda sesuai dengan nilai aset.

“Kami siap memberikan kontribusi kepada Pemda NTB Rp 1 juta per are untuk satu tahun ditanah Pemda seluas 65 hektar itu. Jadi kalau semuanya diberikan kepada masyarakat untuk mengelola, maka total Rp 65 milyar akan kami berikan. Hari ini tandatangan kontrak, dua hari berikutnya kami berikan Rp 65 milyar,” tegasnya.

“Kami siap akan membentuk badan usaha bersama milik masyarakat yang nantinya akan bertindak selaku mitra usaha Pemda untuk merealisasikan kontribusi itu. Intinya kami siap dilibatkan dalam proses pengelolaan pasca dicabutnya kontra GTI,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi yang menerima hearing tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sangat merespon harapan masyarakat Gili Trawangan untuk dilibatkan dalam pengelolaan pariwisata di lahan aset milik Pemda NTB. Terlebih, dengan nilai kontribusi yang ditawarkan masyarakat jauh lebih besar dibandingkan dengan kontrak pihak GTI.

“Kami akan melakukan kajian dengan usulan dari masyarakat, karena yang jelas dari sisi kerugian daerah dari 24 tahun yang sudah berjalan kontrak dengan GTI, kontribusinya hanya Rp22,5 juta setiap tahun. Karena sikap kami DPRD jelas, sama dengan masyarakat putus kontrak dengan GTI,” kata pria yang kerap disapa Ustadz Sambirang ini.

Namun demikian, harapan masyarakat Gili Trawangan baru akan bisa dibahas oleh Pemda setempat persoalan kontrak dengan pihak GTI tuntas. Sebab itu saat masih menjadi fokus Pemprov NTB adalah upaya pemutaran kontrak dengan pihak GTI.

“Sekarang kontrak ini belum diputus, dan kami sudah rekomendasi lewat sidang Paripurna agar kontrak dengan GTI diputus, sekarang sedang dalam proses. Bukan hanya masyarakat yang berkepentingan, tapi kami daerah juga sangat berkepentingan agar pendapatan daerah sesuai dengan nilai aset,” demikian Sambirang Ahmadi. (red)