Beranda HEADLINE Datang Telat, 102 Pelamar CPNS Sumbawa Langsung Gugur

Datang Telat, 102 Pelamar CPNS Sumbawa Langsung Gugur

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sebanyak 102 pelamar CPNS di Kabupaten Sumbawa langsung dinyatakan gugur. Ini disebabkan karena mereka datang terlambat sehingga tidak dapat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Peserta yang tidak hadir untuk mengikuti tes SKD sampai dengan hari ke Lima sesi Lima sebanyak 102 orang. Mereka gugur langsung karena mereka tidak mengikuti tes. Jadi hampir semunya mereka itu datang telat. SOP BKN contoh sesi I dimulai jam 08.00 waktu setempat. Batas waktu terakhir untuk dilakukan registrasi pin adalah jam 07.55 waktu setempat. Lawat dari itu, registrasi tidak bisa dilakukan, pin tidak bisa keluar karena server sudah diblok oleh panitia BKN,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan melalui Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur, Budi Sastrawan, Selasa (4/2).

Berita Terkait:  Pilkada Sumbawa, TGB Instruksikan NW Menangkan Mo-Novi

Dijelaskannya, dalam hal ini pihaknya sudah menerangkan saat pengumuman, dimana peserta diminta untuk hadir di lokasi satu jam sebelum pelaksanaan tes berlangsung.

“Bisa saja kita terlambat karena ada yang ketinggalan, banyak seperti itu kasusnya. Kalau yang datang mepet sudah mau ujian kita tidak bisa bantu, tapi kalau mislanya satu jam sebelumnya dia datang. Misalnya dia lupa kartu ujian, kita bisa bantu cetak disini, kalau kelupaan KTP, kita bisa bantu carikan diakunnya. Tapi itu butuh waktu, kalau yang datang mepet, kita tidak bisa bantu,” jelasnya.

Berita Terkait:  Angka Pengangguran di Sumbawa Capai 8.764 Orang

Terhadap hal ini, pihaknya mengingatkan kembali kepada pelamar CPNS yang akan mengikuti tes SKD selanjutnya untuk memperhatikan jam pelaksanaan tes.

“Kami ingatkan kembali bagi pelamar sesi-sesi selanjutnya paling tidak satu hari itu sudah persiapan. Pertama terkait dengan waktu kehadiran paling tidak satu jam sebelum pelaksanaan tes. Kedua terkait dengan pakaian, laki-laki kemeja putih celana hitam kain pake sepatu, putih hitam, yang mengenakan jilbab hitam polos. Kita menyiapkan kalau ada yang tidak menggunakan pekaian putih,” tukasnya. (red) 

Berita Terkait:  Total 1.759 Kasus Corona di NTB