Beranda HEADLINE Butuh Strategi Jitu Ledakkan Kopi NTB ke Level Dunia

Butuh Strategi Jitu Ledakkan Kopi NTB ke Level Dunia

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Anggota DPRD Provinsi NTB, H Misbach Mulyadi memberikan pandangannya soal kopi di Nusa Tenggara Barat. Menurut dia, NTB memiliki potensi yang luar biasa di bidang kopi. Hanya saja, butuh strategi promosi yang jitu.

“Saya lagi bermimpi adanya Rumah Kopi NTB dengan membranding produk (kopi) kita ini jadi eksport,” ujarnya, Selasa (7/7) di Mataram.

Sudah saatnya kata Misbach, NTB bisa jadi pemain internasional di bidang kopi. Dimana Nusa Tenggara Barat dapat menjadi tuan rumah festival kopi internasional.

“Tentu harus punya keinginan yang sama juga dengan kabupaten/kota. Karena kuncinya itu, semua pihak harus terlibat,” kata Politisi Golkar tersebut.

Diyakininya dalam urusan kopi, NTB bisa seperti Jawa Barat. Bahkan sebelumnya dia mengaku pernah berkunjung ke Jabar. Diungkapkannya, bahwa di Jabar begitu bersemangat dengan produk UMKM nya, yang kualitasnya eksport.

Berita Terkait:  Mahasiswa Sumbawa di China Minta Perhatian Pemda

“Disana itu, mereka sudah tidak berbicara penghasilan miliaran, tapi triliunan. Dan itu semua produk UMKM,” kata Misbach.

Untuk urusan kopi, dicontohkan Ketua Fraksi Golkar itu, harga sebuah kopi melejit drastis di Jabar. Itupun dinilainya hanya dengan pola sederhana.

“Coba bayangkan, dari harga kopi yang semula hanya Rp 180 ribu perkilonya tiba-tiba menjadi Rp 2 juta lebih. Gara-gara apa? Pemasarannya sederhana, waktu itu hanya gara-gara pak Jokowi bersama menteri-menterinya mampir ke warung sejiwa kopi. Disitu pak Jokowi buat sendiri kopinya dan langsung mengatakan bahwa kopi gunung puntang itu kualitas terbaik dunia. Hasilnya apa?, meledaklah dan besoknya viral. Dan sekarang mereka kewalahan (eksport),” tutur Misbach.

Berita Terkait:  UPDATE COVID-19 26 APRIL : Tembus 195 Kasus, Dompu Mendominasi

Disisi lain, ia mengaku cukup prihatin jika berbicara kopi di NTB. Itu dikarenakan, kopi NTB tidak ada di dalam peta kopi nasional.

“Berbicara kopi nangis kita di NTB. Karena tidak masuk di peta kopi nasional, hanya sampai Bali. Padahal potensi kopi mereka hanya sekitar 7 hektar, tapi mampu lompat ke Memure, NTT. Kalau kita kan nggak punya nama,” katanya.

“Kita punya potensi puluhan ribu hektar dengan kualitas (kopi) bagus. Tinggal di branding saja. Contoh antara lainnya, kita ada Kopi Tepal, Sajang, Sembalun dan lainnya ini sebenarnya bisa kita cuatkan lebih,” imbuh Misbach.

Dengan kapasitas H Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB dengan memiliki relasi/koneksi yang luar biasa, diyakini Misbach sebenarnya mampu mencuatkan kopi NTB dilevel internasional.

Berita Terkait:  Bawaslu NTB Sesalkan Bapaslon Abaikan Protokol COVID-19

Oleh karenanya, ia menyarankan pola promosi dimaksimalkan betul oleh Gubernur NTB dengan pola khasnya. “Minimal kita coba saja (mempromosikan) tiga kopi di NTB seperti kopi Lombok, Sumbawa dan Bima (Kopi Tambora, Sembalun dan Tepal). Bisa dibayangkan jika kopi kita meledak nantinya,” ucap Miabach.

Diakhir, Misbach juga mengambil contoh Amanwana Resort Sumbawa. Dimana semua dunia mengetahui keberadaan Amanwana di Pulau Moyo lantaran telah memiliki nama dan dikenal dunia.

Karena, selebriti kelas dunia pernah ke Pulau Moyo yang berada di Kabupaten Sumbawa, NTB itu. “Nah, branding inilah yang menjadi penting. Untuk itu, kita butuh berkolaborasi,” demikian Misbach Mulyadi. (red)