Beranda HEADLINE BNNP NTB Tangkap Pasutri Bawa Sabu dengan Modus Roket 

BNNP NTB Tangkap Pasutri Bawa Sabu dengan Modus Roket 

BERBAGI

MATARAM — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat menangkap P (27) dan MM (22) pasangan suami (pasutri) asal Kota Batam, Kepulauan Riau.

Mereka ditangkap tepatnya di Bandara Lombok. Ini, lantaran mereka diduga membawa barang haram jenis sabu dengan total berat 387,95 gram.

Keduanya kedapatan membawa narkoba jenis sabu sebanyak lima bungkus. Dimana bungkusan itu disembunyikan terduga pelaku di dalam duburnya.

Perihal penangkapan terhadap pasutri tersebut dibenarkan oleh Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi, Kamis (18/2) di Mataram.

Berita Terkait:  Butuh Kebijakan Tepat Kurangi Kemiskinan

Dijelaskan, narkotika senilai Rp 775,9 juta itu disembunyikan dengan modus roket. Modus roket, kata dia, yaitu membungkus paket sabu dengan kondon disembunyikan di dalam dubur.

“Modus (pengiriman narkotika jenis sabu biasa disebut roket) ini sangat populer dilakukan para pelaku. Sabu dibungkus kondom dan disembunyikan di dalam rubuh melalui dubur,” ujarnya.

Diungkapkan Gde Sugianyar, pasutri tersebut ditangkap tepatnya di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Lombok pada Kamis (11/2) lalu sekitar pukul 15.40 Wita.

Berita Terkait:  Bahas COVID-19, Ini Hasil Rapimsus Seluruh Kepala Daerah se-NTB

Mereka, sambungnya, merupakan penumpang pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Padang-Jakarta-Lombok.

Setelah ditangkap, petugas menginterogasi kedua penumpang yang dicurigai itu. Pelaku mengaku membawa narkoba jenis sabu yang disembunyikan dalam dubur.

“Tersangka mengeluarkan barang di dalam duburnya berupa kapsul besar dan kecil dengan jumlah dua paket yang diduga narkoba jenis sabu yang sudah dimodifikasi dan dibungkus dengan kondom,” ungkap Gde Sugianyar.

Tanpa lama, petugas lalu menggeledah MM yang ternyata juga membawa paket sabu di dalam duburnya. MM mengeluarkan tiga kapsul narkoba jenis sabu yang juga dibungkus kondom dari dalam duburnya.

Berita Terkait:  Cegah Korupsi, APIP Harus Optimal Berkoordinasi dengan APH

Kedua pelaku mengaku disuruh seseorang mengambil narkoba tersebut di Padang, Sumatera Barat. Tanpa lama, petugas membawa kedua pelaku ke Kantor BNNP NTB untuk penyelidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka diancam minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati. Mereka juga terancam denda maksimal Rp 10 miliar. (red)