Beranda HEADLINE Bawaslu NTB Bantah Kunker Gubernur Distop

Bawaslu NTB Bantah Kunker Gubernur Distop

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Secara tegas, Bawaslu NTB membantah kunjungan kerja (kunker) Gubernur distop. Itu lantaran dugaan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah kampanye terselubung di balik kegiatan road show dan Dialog Masyarakat Pesisir di Sumbawa baru sebatas informasi awal. “Belum jadi temuan,” kata Koordinator Divisi Hukum, Humas Data, dan Informasi Bawaslu NTB Suhardi, Rabu (14/10) di Mataram.

Karena sifatnya informasi awal, Bawaslu harus menelusuri bukti-bukti kebenaran tudingan itu. “Atau pihak yang punya bukti melapor ke Bawaslu,” tambahnya lagi.

Selain itu pula, hasil koordinasi Bawaslu NTB dengan Bawaslu Sumbawa sampai dengan kemarin tidak ada pernyataan atau statement yang menyebut Gubernur NTB memanfaatkan road show untuk kampanye. Begitupun pernyataan yang meminta Gubernur menghentikan road show. “Jadi saya tegaskan belum ada pernyataan apapun,” kata Suhardi.

Berita Terkait:  Enam Hari Pencarian, Warga Sekongkang Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam mekanisme yang ada, lanjutnya, pernyataan Bawaslu disebut resmi setelah menggelar rapat pleno. “Faktanya Bawaslu Sumbawa belum menggelar pleno untuk memutuskan apakah Gubernur berpolitik atau tidak,” tegasnya.

Sehingga kabar yang beredar bila Bawaslu Sumbawa melarang Gubernur melanjutkan road show-nya dipastikan bukan pernyataan resmi Bawaslu. “Jadi saya tegaskan Bawaslu tidak pernah melarang Gubernur,” lagi tegas Suhardi.

Dikatakannya, saat ini Bawaslu masih sedang menelusuri informasi awal itu. “Kami berharap bisa menemukan bukti-bukti baru yang bisa melengkapi (tuduhan),” tegasnya.

Bila nanti Gubernur terbukti berpolitik di balik road show maka langkah yang akan ditempuh Bawaslu yakni memberi peringatan. “Kami berhak memberi peringatan, tetapi tidak punya hak menghentikan kegiatan road show-nya,” tuturnya.

Berita Terkait:  Balita asal China Diruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Andai Doktor Zul tetap ngeyel, maka Bawaslu akan memprosesnya sesuai mekanisme yang ada. “Outputnya bisa pidana, administrasi, kode etik, atau pelanggaran perundang-undangan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan Ketua Bawaslu Sumbawa, yakni Syamsi Hidayat yang dihubungi media ini belum ada memberikan tanggapan.

Kemudian, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menanggapi kabar dirinya dilarang road show oleh Bawaslu. Melalui akun media sosialnya Zul mengatakan cukup kaget.

“Saya cek ke Bawaslu Sumbawa nggak ada seperti itu, saya cek ke provinsi juga nggak ada,” tulis gubernur di akun sosmednya.

Doktor Zul lantas membandingkan saat dirinya ikut Pilbup 2018 lalu. “Saya harus angkat topi pada Bawaslu dari provinsi sampai kabupaten, kinerjanya sangat bagus, jadi jangan coba-coba melanggar dan berbuat curang,” katanya.

Berita Terkait:  Pusat Perbelanjaan Lingkup Kota Mataram Ditutup

Orang nomor satu di NTB itu kemudian menegaskan tidak berniat menghentikan road show-nya di Sumbawa. “Di berbagai tempat yang saya kunjungi nyaris nggak pernah bicara Pilkada,” tuturnya.

Kecuali pada situasi yang disebutnya terpaksa. “Pasti meminta agar tetap rukun, saling menghargai, perbedaan tidak boleh menghilangkan persaudaraan,” imbuhnya.

Menurutnya banyak hal mendesak yang membuatnya harus tetap road show. Salah satunya belum meratanya pembangunan di NTB. “Masih ada dusun-dusun yang tidak ada listrik, tanpa jalan, dan tanpa air bersih,” demikian Gubernur NTB. (red)